KONTAN.CO.ID - Tari Rangkuk Alu berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tari Rangkuk Alu sebenarnya merupakan sebuah permainan tradisional masyarakat Manggarai Flores. Makna Tari Rangkuk Alu yaknu, Alu diartikan sebatang kayu, sedangkan Rangkuk adalah bunyi irama alat peraga yang dimainkan. Dahulu, tari Rangkuk Alu sering ditampilkan pada saat usai panen raya dan pada saat bulan purnama. Disaat itulah para remaja berkumpul dan juga meramaikan acara ini.
Cara memainkan tari Rangkuk Alu
Rangkuk Alu biasa dimainkan di tanah lapang yang keras dan tidak berumput, karena kalau berumput khawatir akan memicu resiko terpeleset. Alat yang digunakan yaitu empat bambu dengan panjang masing-masing dua meter. Cara memainkan tari Rangkuk Alu yakni akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang berjaga. Cara memainkan tari Rangkuk Alu seperti dirangkum dari laman Indonesia.go.id yakni:- Bambu akan disusun dan dimainkan dengan cara diayunkan seperti menjepit oleh beberapa orang pemain.
- Kelompok yang berjaga terdiri dari empat sampai enam orang yang membentuk persegi dan bertugas menggerakkan bambu, masing-masing yang berjaga jongkok atau duduk dengan memegang dua bilah bambu, begitupun dengan yang berjaga lainnya.
- Terdapat satu sampai empat orang yang mendapat giliran bermain.
- Kelompok yang mendapat giliran untuk bermain akan melompat di sela-sela bambu dan menghindari jepitan bambu. Pada saat melompat-lompat menghindari jepitan, para pemain seakan melakukan gerakan tari.
- Pemain akan masuk ke dalam bambu yang terbentuk bidang persegi dan melompat-lompat sesuai irama buka-tutup bambu.
- Saat bermain, biasanya bambu yang digerakkan menghasilkan nada atau irama yang berpola.
- Semakin lama irama bambu dan nyanyian akan semakin cepat, maka pemain harus pintar-pintar dalam melompat agar tidak terpeleset atau terjepit bambu.
- Jika kelompok yang dapat kesempatan bermain terjepit kakinya, maka harus bergiliran berganti tugas.