KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk baja Indonesia menghadapi hambatan perdagangan berupa tarif impor hingga 50% di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat (AS), Eropa dan Inggris. Namun, pelaku industri menilai tarif tersebut sejauh ini belum mengganggu ekspor baja nasional ke AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, baja kini menjadi komoditas strategis bagi banyak negara maju. Selain menopang kebutuhan sipil dan infrastruktur, baja juga dibutuhkan untuk industri militer hingga teknologi ruang angkasa. "Steel dianggap sebagai strategic commodity terutama untuk selain untuk kebutuhan sipil juga kebutuhan militer dan ruang angkasa. Oleh karena itu mereka sangat concern terhadap keberadaan steel mill ataupun industri steel supaya tetap ada di negara masing-masing," kata Airlangga.
Tarif Baja 50% AS Belum Menghambat Ekspor Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk baja Indonesia menghadapi hambatan perdagangan berupa tarif impor hingga 50% di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat (AS), Eropa dan Inggris. Namun, pelaku industri menilai tarif tersebut sejauh ini belum mengganggu ekspor baja nasional ke AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, baja kini menjadi komoditas strategis bagi banyak negara maju. Selain menopang kebutuhan sipil dan infrastruktur, baja juga dibutuhkan untuk industri militer hingga teknologi ruang angkasa. "Steel dianggap sebagai strategic commodity terutama untuk selain untuk kebutuhan sipil juga kebutuhan militer dan ruang angkasa. Oleh karena itu mereka sangat concern terhadap keberadaan steel mill ataupun industri steel supaya tetap ada di negara masing-masing," kata Airlangga.
TAG: