KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri baja nasional menghadapi tekanan ekspor menyusul pengenaan tarif perdagangan hingga 50% di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Inggris. Hambatan tersebut menggerus daya saing harga produk baja Indonesia sekaligus meningkatkan risiko pengalihan produk impor ke pasar domestik. Direktur Eksekutif Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, tarif tinggi tersebut berdampak langsung terhadap marjin keuntungan dan daya saing produk baja nasional di pasar negara maju. “Pengenaan tarif sebesar 50% secara efektif mengikis marjin keuntungan serta daya saing harga produk baja Indonesia di pasar negara maju,” tulis Harry kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).
Tarif Baja 50% Tekan Ekspor, Industri Baja RI Waspadai Banjir Impor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri baja nasional menghadapi tekanan ekspor menyusul pengenaan tarif perdagangan hingga 50% di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Inggris. Hambatan tersebut menggerus daya saing harga produk baja Indonesia sekaligus meningkatkan risiko pengalihan produk impor ke pasar domestik. Direktur Eksekutif Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, tarif tinggi tersebut berdampak langsung terhadap marjin keuntungan dan daya saing produk baja nasional di pasar negara maju. “Pengenaan tarif sebesar 50% secara efektif mengikis marjin keuntungan serta daya saing harga produk baja Indonesia di pasar negara maju,” tulis Harry kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).
TAG: