KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menilai kebijakan tarif tambahan sebesar 10% yang akan dikenakan Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia, disertai peluang pengecualian bagi sejumlah komoditas strategis, berpotensi memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pandangan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Jamieson Greer, di sela-sela pertemuan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) di Paris, Prancis. Sebelumnya, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengusulkan tarif hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara setelah menilai negara-negara tersebut gagal menekan perdagangan barang yang diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa. Untuk Indonesia, USTR mengusulkan tarif sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan sejumlah negara pesaing lainnya.
Tarif Baru AS Ancam Ekspor? Airlangga Malah Lihat Peluang Besar bagi RI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menilai kebijakan tarif tambahan sebesar 10% yang akan dikenakan Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia, disertai peluang pengecualian bagi sejumlah komoditas strategis, berpotensi memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pandangan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Jamieson Greer, di sela-sela pertemuan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) di Paris, Prancis. Sebelumnya, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengusulkan tarif hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara setelah menilai negara-negara tersebut gagal menekan perdagangan barang yang diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa. Untuk Indonesia, USTR mengusulkan tarif sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan sejumlah negara pesaing lainnya.
TAG: