JAKARTA. Pengguna telepon seluler (ponsel) berbasis code division multiple access (CDMA) semakin membludak. The Nielsen Company Indonesia mencatat, sepanjang tahun lalu pertumbuhan pelanggan CDMA mencapai 420%. Viraj Juthani, Direktur Telekomunikasi Nielsen, menjelaskan, pertumbuhan ini disebabkan oleh murahnya tarif CDMA. Ini membuat layanan CDMA bisa menjangkau segmen yang lebih luas, terutama menengah ke bawah. "Maka tak heran pertumbuhan CDMA disebabkan pertumbuhan pelanggan dari pekerja kerah biru, pelajar, dan ibu rumah," kata Viraj, Selasa (8/2). Peningkatan pelanggan CDMA ikut mendorong peningkatan pasar ponsel secara keseluruhan. Sejak 2005 hingga 2010, penetrasi ponsel telah meningkat tiga kali lipat.
Tarif kian melandai, pelanggan CDMA melesat
JAKARTA. Pengguna telepon seluler (ponsel) berbasis code division multiple access (CDMA) semakin membludak. The Nielsen Company Indonesia mencatat, sepanjang tahun lalu pertumbuhan pelanggan CDMA mencapai 420%. Viraj Juthani, Direktur Telekomunikasi Nielsen, menjelaskan, pertumbuhan ini disebabkan oleh murahnya tarif CDMA. Ini membuat layanan CDMA bisa menjangkau segmen yang lebih luas, terutama menengah ke bawah. "Maka tak heran pertumbuhan CDMA disebabkan pertumbuhan pelanggan dari pekerja kerah biru, pelajar, dan ibu rumah," kata Viraj, Selasa (8/2). Peningkatan pelanggan CDMA ikut mendorong peningkatan pasar ponsel secara keseluruhan. Sejak 2005 hingga 2010, penetrasi ponsel telah meningkat tiga kali lipat.