Tarif taksi normal selama harga BBM tak naik



JAKARTA. Chairman of Blue Bird Group Bayu Priawan menegaskan taksi Bluebird tak akan menaikkan tarifnya dalam waktu dekat ini. Perusahaan taksi baru akan menaikkan tarifnya jika terjadi inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kalau harga BBM naik otomatis inflasi naik," ujar Bayu, Rabu (25/12) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Untuk itu, Bayu berharap pemerintah DKI Jakarta tidak menghapus BBM subsidi. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan Taksi untuk membeli BBM tidak mengalami kenaikan.


Bayu menjelaskan faktor-faktor yang membuat kenaikan tarif taksi adalah harga suku cadang, inflasi ekonomi negara, dan kenaikan harga BBM. Namun komponen paling utama adalah harga BBM yang bisa memberatkan pengemudi taksi.

"Dari sisi biaya, salah satu BBM, sparepart, termasuk dari sisi penghasilan pengemudi," ungkap Bayu.

Jika harga suku cadang taksi naik, namun hal itu tidak langsung menaikkan tarif. Begitu juga kenaikan upah minimum provinsi, Bayu menegaskan perusahaan taksi sekelas Blue Bird telah mengupah karyawannya dengan baik.

"Upah karyawan baru pengemudi Blue Bird sudah diatas rata-rata UMP," jelas Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan