Tarif tol Desari diusulkan maksimal Rp 1.500 per km



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan memaksimalkan tarif tol Depok-Antasari (Desari) sebesar Rp 1.500 per kilometer (km).

Hal itu seiring dengan penambahan investasi yang akan dilakukan hingga Rp 6,8 triliun. Saat ini investasi yang digelontorkan baru mencapai Rp 4,4 triliun.

"Kalau di luar kota kan Rp 1.000 per km tapi karena ini di kota dan dengan investasi Rp 4,4 triliun dan ada penambahan investasi Rp 6,8 triliun kita akan naikkan hingga tarif Rp 1.500/km," ungkap Basuki di Kawasan Tol Desari, Kamis (27/9).


Sekadar tahu saja, di BPJT saat ini nilai tarif tol hanya sebesar Rp 1.168 per km. Tapi hingga saat ini belum ada angka pasti untuk tarif tol ini. Basuki bilang, tarif akan disosialisasikan setelah seminggu pasca peresmian ini.

"Ini sosialisasi dulu, mungkin bisa dibuka, setelah seminggu," jelas dia. 

Tol Desari diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. "Satu lagi saya meresmikan tol Desari sesi I yang diharapkan bisa  mempercepat mobilitas orang dan barang dari Jakarta menuju Depok," katanya.

Presiden mengapresiasi tol ini lantaran ini merupakan hasil proyek kerjasama swasta dan BUMN. "Kalau kerjasama-kerjasama ini terus dilakukan swasta dan BUMN maka percepatan pembangunan jalan tol bisa lebih cepat diselesaikan. Selamat atas peresmian sesi satu ini," tambah Presiden.

Sekadar tahu saja, tol ini dibangun dan dikelola oleh PT Citra Waspphutowa yang merupakan anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). PT Citra Waspphutowa merupakan pemegang hak konsesi atas pengelolaan ruas jalan tol Desari. Masa konsesi pengelolaan jalan tol berlangsung 40 tahun hingga 2056.

Saat ini saham PT Citra Waspphutowa mayoritas dimiliki CMNP sebesar 62,50%, PT Waskita Toll Road 25%,dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) 12,50%.

Direktur Utama CMNP Tito Sulistio mengatakan, pembangunan tol Desari terbagi dalam tiga seksi yakni seksi I ruas Antasari-Brigif/Cinere, Bogor sepanjang 5,80 km. Seksi II ruas Brigif-Sawangan sepanjang 6,30 km dan seksi III Sawangan-Bojong Gede, Bogor sepanjang 9,5 km.

"Seksi II akan rampung pada Desember 2018 dan seksi III selesai di pertengahan 2021," ungkap Tito dalam pembukaan. 

Dengan begitu total panjang keseluruhan ruas tol Desari yaitu 21,60 km.

Jalan tol Desari juga rencananya juga akan terkoneksi dengan tol Bogor Ring Road hingga Ciawi dengan penambahan ruang lingkup Bojong Gede-Salabenda sepanjang 6,5 km.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi