Tata Motors Rilis Punch EV, Bidik Segmen Mobil Listrik Murah di India



KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Tata Motors (TAMO.NS) memasang taruhan besar pada model mobil listrik (electric vehicle/EV) terbarunya, Punch EV, untuk menembus segmen kendaraan terjangkau di India.

Peluncuran resmi model ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, dengan ambisi memperluas penetrasi EV di pasar otomotif terbesar ketiga di dunia tersebut.

Langkah ini dinilai strategis mengingat sekitar 65% dari total 4,6 juta mobil penumpang yang terjual di India tahun lalu dibanderol di bawah US$13.200.


Namun, dari segmen harga terjangkau tersebut, hanya 1,6% yang merupakan kendaraan listrik. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan penetrasi EV sebesar 10% pada kategori harga yang lebih tinggi.

Tantangan Besar di Segmen Entry-Level

Chief Executive Officer Tata Motors, Shailesh Chandra, menyatakan bahwa tantangan utama elektrifikasi kendaraan di India terletak pada segmen entry-level.

“Tantangan sesungguhnya ada di segmen awal. Sampai kita berhasil menembus segmen ini, kita tidak akan mampu menjadikan EV sebagai arus utama,” ujarnya kepada wartawan.

Saat ini, pilihan model EV di kisaran harga rendah masih terbatas. Selain itu, kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh (range anxiety), waktu pengisian daya yang relatif lama, serta ketahanan baterai masih menjadi penghambat utama adopsi kendaraan listrik di segmen massal.

Spesifikasi dan Skema Harga Punch EV

Punch EV dibanderol mulai dari US$10.650. Untuk varian jarak jauh (long-range), kendaraan ini mampu menempuh hingga 350 kilometer dalam satu kali pengisian daya, dengan harga sekitar US$13.850.

Perusahaan mengklaim bahwa Punch EV dapat diisi daya dari 20% hingga 80% hanya dalam waktu 26 menit menggunakan fast charger. Model ini juga dilengkapi dengan garansi baterai seumur hidup, sebuah insentif yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi EV.

Menariknya, Tata Motors menawarkan opsi pemisahan harga mobil dan baterai (battery leasing). Dengan skema ini, harga awal kendaraan dapat ditekan hingga sekitar US$7.100, sementara biaya baterai dibayar terpisah dengan tarif sekitar 3 sen dolar AS per kilometer.

Strategi ini diharapkan mampu menurunkan hambatan biaya awal (upfront cost), yang selama ini menjadi salah satu faktor utama rendahnya penetrasi EV di segmen kendaraan murah.

Target Pemerintah dan Perlambatan Penjualan EV

Pemerintah India menargetkan peningkatan penjualan kendaraan listrik hingga 30% dari total pasar pada 2030, naik dari sekitar 5% saat ini. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar serta menekan tingkat polusi udara di kota-kota besar.

Namun demikian, pertumbuhan penjualan EV belakangan melambat, mendorong sejumlah produsen mobil untuk menawarkan diskon guna menarik minat konsumen.

Chandra mengakui bahwa Tata Motors “mengorbankan margin hingga tingkat tertentu” pada lini kendaraan listriknya demi memastikan kemajuan jangka panjang menuju elektrifikasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa profitabilitas bisnis EV perusahaan tidak terpaut jauh dari lini kendaraan bermesin pembakaran internal.

“EV telah bergerak dari tahap eksperimental menjadi bisnis yang serius,” katanya.

Persaingan Ketat di Pasar EV India

Sebagai penjual EV terbesar di India, Tata Motors menghadapi persaingan dari sejumlah pemain lain, termasuk JSW MG Motor—usaha patungan India dari SAIC Motor—serta Mahindra & Mahindra.

Selain itu, Maruti Suzuki, produsen mobil terbesar di India, juga mulai memasuki segmen EV dengan model e-Vitara SUV. Kendaraan tersebut dibanderol mulai sekitar US$12.000 untuk varian dasar dengan skema sewa baterai terpisah, dan mencapai US$22.000 untuk model jarak jauh.

Dengan peluncuran Punch EV, Tata Motors berupaya memperkuat dominasinya sekaligus membuka jalan bagi elektrifikasi massal di pasar otomotif India.

Keberhasilan model ini akan menjadi indikator penting apakah segmen kendaraan listrik murah dapat benar-benar menjadi pendorong utama pertumbuhan industri EV di negara tersebut.

Selanjutnya: PPM Manajemen Buka Lowongan Kerja Maret 2026, Cek Posisi dan Link Daftarnya!

Menarik Dibaca: 3 Strategi Sederhana Mengatur Keuangan Tanpa Ribet agar Tabungan Bertumbuh