Tata Motors tawarkan Starbus untuk busway



JAKARTA. PT Tata Motors Indonesia mempersiapkan armada bus untuk angkutan massal di Indonesia. Bus ini diklaim bisa dijadikan armada bus way yang saat ini dikelola oleh TransJakarta di DKI Jakarta.

Dalam angkutan massal, bus bernama Starbus itu diklaim mampu bersaing dengan armada bus milik Hino maupun Mercedes Benz.

Walaupun tidak secara spesifik menargetkan pasar Jakarta, namun Tata Motors bilang, mereka akan memasarkan Starbus ini untuk kebutuhan pengembangan transportasi massal di daerah.


Pankaj Jain, Senior General Manager Distribution Tata Motors Indonesia bilang, kemampuan angkut Starbus ini bisa mencapai 56 orang. Sebanyak 36 penumpang duduk dan sebanyak 20 orang penumpang berdiri.

Jain menyatakan, Tata Motors sengaja menampilkan bus tersebut karena melihat minimnya jumlah armada bus di Indonesia. Saat ini, Starbus sudah digunakan sebagai angkutan transportasi massal di India dan Afrika Selatan.

"Starbus sudah menggunakan bahan bakar gas atau Compressed Natural Gas (CNG) yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia,” jelas Jain kepada KONTAN di sela-sela pameran IIMS 2012 di Jakarta.

Lantas bagaimana spesifikasi Starbus tersebut?

Starbus yang ditawarkan Tata Motors memiliki dua piliohan yakni; Semi Low Floor LPO 1623 CNG Bus dan Low Entry LPO 1625 CNG Bus. Bus ini memiliki panjang 12 meter dengan lebar 2,55 meter. Emisi yang dimiliki mobil ini sudah standar Euro III.

Sementara itu, kekuatan maksimal yang bisa dihasilkan adalah 230 HP (172 kW) / 2.800 rpm dan 250 HP (186kW) dan 2400 rpm. Sementara torsi yang dihasilkan adalah 678 Nm di 1600 rpm dan 895 Nm di 1400 rpm.

Bagian interiornya terdiri bangku-bangku perseorangan yang di desain nyaman bagi penumpang walaupun yang berdiri lebih banyak. Namun sayang, Tata Motors masih enggan menyebutkan harga jual Starbus ini.

Mereka bilang, pemesanan untuk Starbus saat inipun masih belum dibuka. Sebab, Tata saat ini hanya mau pamer saja sampai dengan diler mereka bisa beroperasi tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri