JAKARTA. Direktur Ciruss Budi Santoso menilai, divestasi saham yang ditawarkan oleh PT Freeport Indonesia senilai US$ 1,7 miliar terlalu mahal. Hal itu dikarenakan Freeport memasukan data reserve sampai tahun 2041 sebagai cadangan portfolionya. Budi mengatakan, jika pemerintah membeli dengan harga US$ 1,7 miliar, dimana Freeport memasukan cadangannya dalam portofolionya berarti pemerintah membeli barang miliknya sendiri. “Masa freeport umurnya cuma lima tahun lagi dinilai ke proyeksi sampai cadangannya habis tahun 2041? Pemerintah harus tegas seperti yg dinyatakan dalam kontrak karya bahan tambang bahwa belum menjadi milik penambang sebelum kewajiban kepada negara (royalti) dipenuhi,” tegasnya kepada KONTAN, Jumat (15/1).
Tawaran Freeport US$ 1,7 miliar terlalu mahal
JAKARTA. Direktur Ciruss Budi Santoso menilai, divestasi saham yang ditawarkan oleh PT Freeport Indonesia senilai US$ 1,7 miliar terlalu mahal. Hal itu dikarenakan Freeport memasukan data reserve sampai tahun 2041 sebagai cadangan portfolionya. Budi mengatakan, jika pemerintah membeli dengan harga US$ 1,7 miliar, dimana Freeport memasukan cadangannya dalam portofolionya berarti pemerintah membeli barang miliknya sendiri. “Masa freeport umurnya cuma lima tahun lagi dinilai ke proyeksi sampai cadangannya habis tahun 2041? Pemerintah harus tegas seperti yg dinyatakan dalam kontrak karya bahan tambang bahwa belum menjadi milik penambang sebelum kewajiban kepada negara (royalti) dipenuhi,” tegasnya kepada KONTAN, Jumat (15/1).