Tawaran kemitraan Puto Pao



Makin banyak makanan tradisional khas negara lain dijadikan lahan bisnis di Indonesia. Salah satunya adalah puto, kue khas Filipina. Kini, untuk menikmati kue asal Filipina ini, Anda tak perlu repot ke sana. Bahkan, ada juga bisa memulai usaha makanan puto ini dalam bentuk gerai dengan investasi mini.

Adalah Jinky A. yang Tjie menawarkan kemitraan kue puto dengan nama Puto Pao. Ia memodifikasi puto asli dari Filipina.  "Kue puto seperti cupcake dengan berbagai pilihan rasa, bahkan ada isinya," tutur Jinky. Puto Pao sudah berdiri sejak tahun 2010 dan mulai resmi menawarkan kemitraan di tahun ini

Sebetulnya, Jinky sudah mulai membuat kue puto sejak tahun 2001 saat ia tinggal di Filipina. Saat kembali ke Indonesia, ia pun mulai terpikir membuat usaha kue puto. Pada tahun 2011, Jinky pun mulai merancang konsep kemitraan dan bekerja sama dengan Raja Gerobak mengenai sistem kemitraan.


Untuk menjadi mitra Puto Pao, biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 10 juta. Dari biaya ini, mitra akan memperoleh booth, perlengkapan membuat puto, seragam, bahan baku awal, manajemen, pelatihan karyawan dan promosi.

Saat ini, Puto Pao baru memiliki satu gerai sendiri berlokasi di Grogol. "Sudah ada yang tertarik dua orang di Jakarta dan Bekasi, namun masih tahap negosiasi," tutur Jinky.

Ia mengharapkan, mitranya bisa kembali modal kurang dari enam bulan. Estimasinya, mitra bisa menjual 50 produk per hari dengan omzet Rp 6 juta per bulan. Laba bersih sekitar 40% dari omzet. Jinky tak memungut royalty fee. Yang penting, mitra membeli bahan baku langsung darinya dan mengelola kue sesuai resepnya.

Harga jual puto pao bervariasi mulai dari Rp 3.000 untuk rasa orisinal atau hanya dengan topping tanpa isi. Sementara puto dengan isi tanpa topping harganya Rp 5.000 per buah. Puto spesia yang ber-topping dan ada isi di dalamnya dibanderol Rp 7.500 per buah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri