Tawaran renyah pisang goreng Banana Oklek



JAKARTA. Sajian olahan pisang memang tak membosankan. Makanan tradisional pisang goreng misalnya. Kian hari penyajiannya pun semakin berkembang.  

Seperti Banana Oklel asal Malang. Pisang goreng ini disajikan dengan taburan topping aneka rasa. Gerai yang didirikan oleh Afris Nurdian dan Nurita Jannah pada April 2016, kini juga menawarkan kemitraan.

Saat ini, Banana Oklek telah memiliki 35 gerai yang tersebar di Malang, Lumajang, Jakarta, Makassar dan beberapa daerah di Sulawesi. Afris bilang, saat ini Banana Oklek yang ia kelola masih membuka peluang kemitraan. Ada tiga jenis paket investasi yang ditawarkan.


Tiga paket investasi tersebut masing-masing bernilai Rp 8 juta, Rp 10 juta, dan Rp 12,5 juta. Semua paket ini mencakup fasilitas lengkap seperti booth, peralatan penggorengan dan penyajian pisang goreng, kemasan, hingga bahan baku. "Mitra tinggal siapkan lokasi dan tabung elpiji," tutur Afris.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa beda ketiga paket tersebut ada pada jenis booth dan kuantitas bahan baku awal. Paket investasi Rp 10 juta dan Rp 12,5 juta dilengkapi booth besar, sedangkan investasi Rp 8 juta hanya mencakup booth kecil.

Untuk bahan baku awal yang diberikan, berupa topping dan tepung premix. Mitra yang memilih paket investasi Rp 8 juta akan mendapatkan 25 kilogram tepung. Sementara itu, untuk investasi Rp 10 juta dan Rp 12,5 juta masing-masing secara berurutan akan mendapatkan 30 kilogram dan 35 kilogram tepung.

"Pisangnya silahkan dipasok sendiri dari pasar lokal," tutur Afris. Meski demikian, jenis pisang yang digunakan tetap sama di semua gerai. Banana Oklek menyajikan pisang goreng dengan jenis bahan baku pisang kepok kuning.

Sebagaimana Afris menjelaskan, 1 kilogram tepung bisa digunakan untuk membuat 13 box Banana Oklek. Satu box berisi 8 slice pisang goreng dengan taburan topping. Saat ini ada 11 varian topping yang disajikan ke konsumen. Harga jual Banana Oklek berkisar Rp 8.000-Rp 15.000 per box.

Afris memasang target omzet Rp 300.000 per hari kepada mitra. Target ini menurutnya setara dengan penjualan minimal 250 box per hari. Dia memprediksi jika mitra bisa memenuhi target tersebut, maka modal mitra bisa kembali dalam 1,5 bulan.

Mitra Banana Oklek akan terikat kerjasama selama dua tahun. Setelah masa kontrak habis, mitra akan dikenakan biaya perpanjangan kerjasama senilai Rp 1,2 juta per outlet. Selama masa kontrak, terbebas dari royalti fee.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri