Tawarkan Kupon Hingga 7%, SBN Ritel ORI030 Bisa Jadi Pilihan Investor



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menawarkan SBN ritel Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 mulai 6 Juli – 30 Juli 2026. SBN ritel ini dinilai masih menarik minat investor. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, setelah BI Rate naik menjadi 5,75%, kupon 6,90% untuk ORI030 tenor tiga tahun dan 7% untuk ORI030 tenor enam tahun masih memberikan premi yang wajar di atas suku bunga acuan. Memang spread-nya sedikit di bawah rata-rata historis ORI, tetapi sudah sejalan dengan imbal hasil obligasi pemerintah di pasar sekunder.  Nilai tambah utamanya justru berasal dari pajak final kupon yang hanya 10%, lebih rendah dibanding deposito sebesar 20%. 

“Dengan kupon tetap hingga jatuh tempo dan imbal hasil riil yang masih positif, ORI030 tetap menarik sebagai instrumen investasi berpendapatan tetap,” ujar Yusuf kepada Kontan, Minggu (5/7/2026).


Baca Juga: Kinerja Reksadana Saham Turun 21,87%, Ini Prospek Semester II-2026

Yusuf menilai risiko utamanya berasal dari arah suku bunga ke depan. Jika Bank Indonesia masih kembali menaikkan suku bunga, instrumen baru berpotensi menawarkan kupon lebih tinggi dan harga ORI030 di pasar sekunder dapat tertekan bagi investor yang ingin menjual sebelum jatuh tempo.

“Dalam kondisi tersebut, saya menilai target penjualan Rp20 triliun cukup realistis dan bahkan berpeluang terlampaui,” imbuhnya. 

Yusuf menyebut kupon ORI030 merupakan yang tertinggi sejak 2018 dan naik signifikan dibanding ORI029 yang tetap mampu mencatat penjualan Rp 14,4 triliun. Kenaikan kupon ini seharusnya mendorong minat investor, apalagi didukung potensi dana reinvestasi dari investor yang surat utangnya jatuh tempo. Memang masih ada tantangan seperti daya beli yang belum sepenuhnya pulih, kenaikan bunga deposito, dan ketidakpastian global. 

“Namun secara keseluruhan, saya melihat Rp20 triliun lebih merupakan target dasar daripada target yang agresif,” ucap Yusuf. 

Sebelumnya, Direktur Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Novi Puspita Wardani mengatakan, ORI030 ditawarkan dalam dua pilihan tenor yakni tenor 3 tahun dan tenor 6 tahun. Kupon ORI030 tenor 3 tahun sebesar 6,90% dan tenor 6 tahun dengan kupon 7,00%. Jenis kupon ini fixed rate dan bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. 

Baca Juga: SBN Ritel ORI030 Tawarkan Kupon Hingga 7%, Target Penerbitan Capai Rp 20 Triliun

“Target indikatif penerbitan ORI030 sebesar Rp 20 triliun. Namun target ini dapat disesuaikan seiring dengan progres penjualan ORI030 dan perkembangan kondisi pasar keuangan,” ujar Novi kepada Kontan, Minggu (5/7/2026). 

Novi menyampaikan bahwa pemerintah akan menjaga minat investasi di ORI030 melalui komunikasi yang terukur, edukasi yang lebih luas, serta penguatan sinergi dengan mitra distribusi agar masyarakat semakin memahami manfaat berinvestasi di SBN Ritel. Selain itu, Pemerintah juga terus menjaga kepercayaan investor melalui pengelolaan APBN dan SBN yang prudent, disiplin, dan terukur, sehingga investor melihat ORI sebagai instrumen yang diterbitkan dalam kerangka kebijakan yang kredibel dan berkelanjutan. 

Dari sisi pemasaran, Pemerintah fokus memperluas jangkauan investor ritel, memperkuat literasi mengenai manfaat investasi SBN, serta menekankan kemudahan pembelian melalui kanal digital. 

“ORI030 memiliki daya tarik utama sebagai instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh undang-undang, kupon tetap yang kompetitif, kupon dibayarkan secara bulanan sehingga menjaga arus kas, risiko yang relatif rendah, serta fleksibilitas untuk diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum kepemilikan,” jelas Novi. 

Selain itu, Novi mengatakan bahwa salah satu seri ORI030 yaitu ORI030T6 merupakan SDG Bond Ritel. Sehingga investasi pada ORI030 juga berkontribusi mendukung pembiayaan program-program pembangunan yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News