JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk berencana mediversifikasi bisnis. Emiten berkode TBIG ini akan masuk bisnis serat optik (fiber optic). Hardi Wijaya Liong, Wakil Presiden Direktur TBIG, mengatakan, diversifikasi usaha itu bertujuan untuk mendukung bisnis menara yang sudah ditekuni saat ini. "Sekarang masih tahap evaluasi, kami belum bisa pastikan kapan akan mulai," ujar dia kepada KONTAN, belum lama ini. Hardi menambahkan, saat ini, TBIG memang sedang mengevaluasi sejumlah bisnis yang bergerak di sektor infrastruktur untuk menunjang bisnis menara. Dengan cara itu, TBIG berharap, pendapatan mereka bisa ikut terdongkrak. Hardi belum bisa menaksir biaya pengembangan bisnis di luar menara itu. Ya jelas, TBIG sudah menyiapkan amunisi untuk mendanai bisnis baru tersebut. TBIG masih memiliki fasilitas pinjaman sekitar US$ 1,19 miliar. Itu adalah bagian dari program pinjaman yang nilainya mencapai US$ 2 miliar dari sejumlah kreditur seperti OCBC, UOB, Credit Agricole, ANZ, ICBC Indonesia, dan BNP Paribas.
TBIG mengembangkan bisnis serat optik fiber
JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk berencana mediversifikasi bisnis. Emiten berkode TBIG ini akan masuk bisnis serat optik (fiber optic). Hardi Wijaya Liong, Wakil Presiden Direktur TBIG, mengatakan, diversifikasi usaha itu bertujuan untuk mendukung bisnis menara yang sudah ditekuni saat ini. "Sekarang masih tahap evaluasi, kami belum bisa pastikan kapan akan mulai," ujar dia kepada KONTAN, belum lama ini. Hardi menambahkan, saat ini, TBIG memang sedang mengevaluasi sejumlah bisnis yang bergerak di sektor infrastruktur untuk menunjang bisnis menara. Dengan cara itu, TBIG berharap, pendapatan mereka bisa ikut terdongkrak. Hardi belum bisa menaksir biaya pengembangan bisnis di luar menara itu. Ya jelas, TBIG sudah menyiapkan amunisi untuk mendanai bisnis baru tersebut. TBIG masih memiliki fasilitas pinjaman sekitar US$ 1,19 miliar. Itu adalah bagian dari program pinjaman yang nilainya mencapai US$ 2 miliar dari sejumlah kreditur seperti OCBC, UOB, Credit Agricole, ANZ, ICBC Indonesia, dan BNP Paribas.