Techno9 (NINE) Siapkan Rights Issue 2,44 Miliar Saham, Lampaui Saham Beredar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,44 miliar saham baru melalui aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. 

Untuk memuluskan rencana rights issue tersebut, emiten yang bergerak di bidang perdagangan komputer dan perlengkapannya ini dijadwalkan untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2026. 

Dalam rencana aksi korporasi ini, NINE belum menjelaskan harga pelaksanaan rights issue namun memaparkan akan menggunakan nilai nominal Rp 10 per saham. Jumlah tersebut setara dengan seluruh saham dalam portepel perusahaan berdasarkan struktur permodalan saat ini.


Perusahaan ini juga belum menetapkan rasio hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maupun jumlah final saham yang akan diterbitkan. Ketentuan tersebut akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan struktur permodalan, ketersediaan saham portepel, serta persetujuan dari pemegang saham.

Baca Juga: Harga Melonjak, Techno9 Indonesia (NINE) Siap Akuisisi Tambang dengan Rights Issue

Dari sisi penggunaan dana, seluruh hasil bersih rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk modal kerja. Penggunaannya mencakup dukungan terhadap kegiatan operasional, pengembangan usaha, serta pembayaran utang.

NINE yakin aksi korporasi tersebut dapat memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas keuangan. Namun, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru berpotensi mengalami dilusi kepemilikan. "Besaran dilusi akan bergantung pada jumlah saham yang akhirnya diterbitkan,” tulis Corporate Secretary Techno9 Indonesia Zainal Abidin dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (12/10/2026).

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 September 2026, NINE memiliki total 2,157 miliar saham yang telah disetor penuh. Pemegang saham terbesar adalah Poh Holding Pte Ltd dengan kepemilikan 773,35 juta saham atau setara 35,85%.

Sementara itu, Djoni memiliki 110 juta saham atau 5,10%, sedangkan Noprian Fadli menggenggam 1,45 juta saham atau 0,07%. Adapun kepemilikan masyarakat mencapai 1,27 miliar saham atau 58,98%.

Dengan rencana penerbitan maksimal 2,443 miliar saham baru, jumlah saham yang ditawarkan dalam rights issue berpotensi melampaui jumlah saham yang saat ini telah disetor penuh. 

NINE dalam keterbukaan informasi menjelaskan jika pemegang saham yang berhak ikut dalam RUPSLB adalah yang tercatat hingga 26 Oktober 2026. Pemanggilan resmi rapat dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan RUPSLB akan berlangsung pada 18 November 2026. Perusahaan ini akan mengumumkan ringkasan risalah rapat pada 20 November 2026.

Harga saham NINE ditutup menguat 9,64% di level Rp 91 per saham pada Selasa (13/10/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News