KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menyiapkan langkah drastis untuk membenahi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat, termasuk yang bertugas mengawasi pelabuhan dan aktivitas kepabeanan. Purbaya menegaskan, perombakan tersebut mencakup hampir seluruh pejabat di sekitar Bea Cukai, kecuali posisi Dirjen itu sendiri.
Ia juga memastikan seluruh kepala kantor wilayah (Kakanwil) yang berperan dalam pengawasan pelabuhan juga akan diganti.
Baca Juga: Izin Dicabut Imbas Bencana Sumatra, Menteri LH Pastikan 8 Perusahaan Tak Beroperasi "Di Bea Cukai akan saya Kasih kejutan agak drastis, mungkin beberapa hari lagi, besok kali ya. Jadi saya ganti semua pejabatnya selain Dirjen, di sekeliling Dirjen saya tukar semuanya. Terus seluruh Kakanwil yang mengawasi pelabuhan," ujar Purbaya, Selasa (27/1/2026). Tak hanya rotasi jabatan, Purbaya menyebut sebagian pejabat akan dinonaktifkan sementara, terutama yang menangani kasus-kasus besar. Langkah ini disebut sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap integritas dan kinerja aparat Bea Cukai. "Sebagian saya rumahin," tegasnya. Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti keberadaan perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak jelas dan berpotensi menimbulkan praktik menyimpang di sektor kepabeanan. Ia memastikan pergantian pejabat akan dilakukan dari level terbawah hingga atas di titik-titik rawan tersebut. Menurut Purbaya, langkah tegas ini merupakan pesan langsung kepada seluruh jajaran Bea Cukai agar bekerja lebih serius ke depan.
Baca Juga: Proyek Waste to Energy Hanya Selesaikan 13% Masalah Sampah Indonesia Ia menilai sumber daya manusia di institusi tersebut sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat baik. "Ini
message untuk teman-teman Bea Cukai yang lain supaya bekerja dengan lebih serius ke depan," imbuh Purbaya. Sebagai bagian dari pembenahan sistem, Purbaya juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendeteksi praktik
under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara. Ia menilai kombinasi antara perombakan struktural dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk memperbaiki kinerja Bea dan Cukai secara menyeluruh. Namun, menurutnya, langkah awal yang dibutuhkan adalah "
shock therapy" agar seluruh jajaran bekerja lebih keras dan disiplin.
"Jadi kita punya harapan, tapi perlu
shock therapy supaya mereka kerja lebih keras," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News