KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas. Merespons itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran tengah menyiapkan draf balasan diplomatik yang bisa siap dalam beberapa hari ke depan. Trump, saat ditemui di Gedung Putih, ditanya apakah ia mempertimbangkan serangan terbatas untuk menekan Iran mencapai kesepakatan soal program nuklirnya.
Ia menjawab, “Saya kira… saya bisa katakan saya sedang mempertimbangkan hal itu.”
Baca Juga: Trump Ancam Lakukan Intervensi, Iran Klaim Jalur Komunasi dengan AS Tetap Terbuka Dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters menambahkan bahwa perencanaan militer AS terhadap Iran sudah mencapai tahap lanjut, termasuk opsi menargetkan individu tertentu bahkan perubahan kepemimpinan di Teheran, jika diperintahkan Trump. Sementara itu, Araqchi menyatakan dalam wawancara dengan MS NOW, bahwa draf balasan Iran kemungkinan siap dalam dua atau tiga hari ke depan untuk ditinjau pejabat tinggi Iran. Ia menambahkan, pembicaraan lebih lanjut antara AS dan Iran bisa terjadi dalam satu minggu ke depan. "Tindakan militer akan mempersulit upaya mencapai kesepakatan," ujarnya. Pada Kamis lalu, Trump memberi Teheran tenggat 10–15 hari untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi hal-hal yang sangat buruk, di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran potensi perang yang lebih luas.
Baca Juga: Khamenei Tuding Trump Dalang Protes Berdarah Iran yang Tewaskan Ribuan Orang Araqchi menekankan bahwa dalam pembicaraan pekan ini di Jenewa, AS tidak menuntut penghentian total pengayaan uranium, dan Iran juga tidak menawarkan untuk menghentikan pengayaan. "Kami tidak menawarkan penghentian dan pihak AS tidak meminta pengayaan nol," ujarnya. "Yang kami bicarakan sekarang adalah bagaimana memastikan program nuklir Iran, termasuk pengayaan, bersifat damai dan akan tetap damai selamanya," tambahnya. Ia menambahkan, langkah-langkah teknis dan politik untuk membangun kepercayaan akan diterapkan agar program nuklir tetap damai, sebagai imbalan atas tindakan terkait sanksi, meskipun tidak merinci lebih jauh.
Baca Juga: Ancaman Trump: Negara Mitra Dagang Iran Bakal Kena Tarif 25% dari AS Pihak Gedung Putih menegaskan, bahwa Trump telah jelas menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir atau kapasitas untuk membuatnya, dan mereka tidak boleh melakukan pengayaan uranium.