KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mendorong transformasi pelabuhan menuju konsep
Green and Smart Port (GSP) guna meningkatkan efisiensi distribusi pangan nasional sekaligus menekan biaya logistik. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi pangan. Karena itu, modernisasi pengelolaan pelabuhan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional," ujar Zulkifli dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: ALI Dorong Insentif Pajak untuk Tekan Biaya Logistik Nasional Menurut Zulkifli, penerapan konsep
Green and Smart Port tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup digitalisasi operasional, peningkatan keselamatan, serta efisiensi rantai pasok yang diharapkan mampu mempercepat distribusi komoditas pangan ke berbagai daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program asesmen yang digelar Kemenko Pangan bersama IDSurvey Group. Program ini mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai standar pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan. Tahun ini, sebanyak delapan pelabuhan mengikuti asesmen GSPI ASRI 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Chief Executive Officer IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian operator pelabuhan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dan efisiensi operasional. "Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mendukung efisiensi logistik nasional," ujarnya.
Baca Juga: ALFI: Biaya Transaksi Logistik Naik 15% Akibat Anjloknya Kurs Rupiah Dalam asesmen tersebut, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik meraih nilai tertinggi secara nasional. Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung. Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan pihaknya akan terus mendukung implementasi Green and Smart Port melalui layanan
testing, inspection, dan certification (TIC) agar standar pengelolaan pelabuhan semakin meningkat. Menurutnya, penerapan standar tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pelabuhan nasional sekaligus meningkatkan efisiensi sistem logistik Indonesia.
Baca Juga: Pelindo Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing untuk Tekan Biaya Logistik Pemerintah berharap semakin banyak pelabuhan yang mengadopsi konsep Green and Smart Port sehingga mampu mendukung distribusi pangan yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News