KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri perjalanan semakin memperhatikan efisiensi operasional di tengah kenaikan biaya dan ketidakpastian ekonomi. Salah satu area yang mulai menjadi perhatian adalah otomatisasi proses pembayaran dan pengelolaan transaksi.
VP of Business Development (Airlines & Travel) DOKU, Dinus Hafis mengatakan, fokus pelaku industri travel mulai bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan volume transaksi menjadi meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Pelaku usaha mulai mengoptimalkan arus kas, mempercepat settlement, mengurangi biaya pembayaran, serta mengotomatisasi proses rekonsiliasi.
"Banyak pelaku travel mulai mengoptimalkan cash flow, mempercepat settlement, mengurangi biaya pembayaran, dan mengotomatisasi proses rekonsiliasi agar operasional tetap sehat di tengah biaya yang terus meningkat," kata Dinus, dalam keterangannya, Kamis (27/8). Menurut Dinus, otomatisasi
payment gateway dapat mengurangi biaya operasional, terutama dengan menghilangkan sejumlah proses manual seperti rekonsiliasi, pencatatan transaksi, dan monitoring pembayaran. Selain menekan biaya administrasi, otomatisasi dapat mengurangi kesalahan manusia atau human error dan mempercepat proses bisnis. Tim perusahaan juga dapat lebih banyak mengalokasikan waktu untuk aktivitas yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Baca Juga: Indosat-Huawei Kolaborasi, Luncurkan Fitur Panggilan dan Cloud Berbasis AI Dinus mengatakan, rekonsiliasi pembayaran dari berbagai kanal masih menjadi salah satu proses yang banyak menyita waktu bagi perusahaan travel. Selain itu, proses
refund, settlement lintas negara, serta pencocokan data transaksi dengan sistem internal juga membutuhkan perhatian. Semakin banyak metode pembayaran yang digunakan perusahaan, kebutuhan terhadap otomatisasi juga semakin besar untuk menjaga efisiensi operasional. Selain otomatisasi, kecepatan settlement menjadi faktor penting bagi bisnis travel. Sebab, industri ini memiliki kebutuhan likuiditas yang tinggi.
"Real-time settlement sangat penting karena industri travel memiliki kebutuhan likuiditas yang tinggi," ujar Dinus. Menurut dia, akses terhadap dana yang lebih cepat membantu perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran kepada maskapai, hotel maupun vendor lainnya sekaligus menjaga kondisi arus kas. Kebutuhan tersebut juga tercermin dari permintaan perusahaan travel terhadap penyedia layanan pembayaran. Dinus mengatakan, klien semakin membutuhkan sistem pembayaran yang terintegrasi, mendukung beragam metode pembayaran, memiliki proses settlement lebih cepat, serta mampu mengotomatisasi rekonsiliasi.
Selain efisiensi, fitur keamanan yang lebih kuat juga semakin dibutuhkan untuk mengelola transaksi domestik maupun
cross-border. Dinus menilai, optimalisasi arus kas dan pengendalian biaya operasional akan menjadi faktor penting bagi pelaku industri travel dalam menjaga profitabilitas. Pelaku usaha juga perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan efisiensi di tengah tantangan hingga akhir 2026. Doku sendiri mencatat, transaksi sektor travel yang diproses perusahaan tumbuh sekitar 33% sepanjang semester I-2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Penopang pertumbuhan tersebut antara lain perjalanan domestik dan pemulihan aktivitas wisata internasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News