KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan industri penjaminan perlu menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan meningkatkan laba pada 2026. Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi mengatakan industri penjaminan dapat menempuh strategi berupa memperkuat manajemen risiko dan underwriting, guna menekan klaim penjaminan sejak awal. Selain itu, mengedepankan digitalisasi proses bisnis, termasuk otomasi akseptasi, monitoring, dan klaim untuk menurunkan biaya operasional. Baca Juga: Ini Kata Asippindo Soal BOPO Industri Penjaminan Naik Jadi 67,73% per Akhir 2025
Tekan BOPO pada 2026, Asippindo Sebut Industri Penjaminan Perlu Terapkan Strategi Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan industri penjaminan perlu menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan meningkatkan laba pada 2026. Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi mengatakan industri penjaminan dapat menempuh strategi berupa memperkuat manajemen risiko dan underwriting, guna menekan klaim penjaminan sejak awal. Selain itu, mengedepankan digitalisasi proses bisnis, termasuk otomasi akseptasi, monitoring, dan klaim untuk menurunkan biaya operasional. Baca Juga: Ini Kata Asippindo Soal BOPO Industri Penjaminan Naik Jadi 67,73% per Akhir 2025