Tekan Eropa Lepas 120 Juta Barel Diesel, AS Ancam Setop Ekspor BBM



KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON/BRUSSELS/PARIS. Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan kepada Eropa untuk menggelontorkan cadangan diesel guna meredakan lonjakan harga bahan bakar global.

Washington bahkan memperingatkan potensi larangan ekspor diesel AS jika negara-negara Eropa tidak ikut menambah pasokan ke pasar.

Tekanan tersebut terutama diarahkan kepada Jerman dan Prancis. Tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump meminta kedua negara mengurangi stok diesel darurat mereka.


Langkah ini dilakukan ketika pasokan diesel global semakin ketat akibat terganggunya ekspor dari Timur Tengah, Rusia dan China.

Di sisi lain, Trump tengah berupaya menekan harga diesel di AS yang telah mencapai level rekor menjelang pemilihan umum paruh waktu pada November 2026.

Baca Juga: AS Tekan Eropa Lepas Cadangan Diesel, Ancaman Larangan Ekspor Membayangi

"Sudah menjadi kepentingan Eropa untuk bekerja sama dengan AS guna meningkatkan pasokan dan menurunkan biaya bagi konsumen," kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Salah satu sumber di Eropa mengatakan AS meminta Uni Eropa (UE) melepas sekitar 120 juta barel diesel dalam enam bulan ke depan.

Pembahasan mengenai pelepasan stok tersebut telah melibatkan Komisi Eropa serta pemerintah Jerman, Prancis, Italia, Inggris dan Irlandia. Mereka menggelar pembicaraan pada Kamis untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan diesel.

Namun, langkah tersebut menghadapkan Eropa pada dilema. Pelepasan stok dapat membantu menekan harga bahan bakar di kawasan, tetapi sekaligus mengurangi cadangan yang dibutuhkan jika krisis pasokan semakin parah.

Apalagi, ketidakpastian pasokan energi masih tinggi di tengah konflik Iran. Eropa juga semakin bergantung pada bahan bakar dari AS setelah melarang impor minyak dan produk minyak Rusia menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: AS Ekspor 10,7 Juta Barel Minyak per Hari, Ini Daftar Pembeli Terbesarnya

Gangguan pasokan dari sejumlah negara semakin memperketat pasar. Rusia memperpanjang larangan ekspor diesel hingga akhir Oktober setelah sejumlah fasilitas pengolahannya terdampak serangan Ukraina. Sementara itu, kilang-kilang China menangguhkan ekspor bahan bakar Oktober untuk memperkuat stok domestik.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Washington mengharapkan pengumuman dari negara-negara Eropa terkait tambahan pasokan diesel dalam waktu dekat.

Menurut Wright, pasokan diesel global telah kehilangan sejumlah ekspor dari Timur Tengah dan China. Gangguan tersebut terjadi ketika AS juga berupaya memulihkan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Kementerian Ekonomi Jerman mengatakan Badan Energi Internasional (IEA) sejauh ini belum meminta Jerman untuk melepas cadangan diesel. Belum diketahui kapan IEA akan kembali membahas pelepasan stok tersebut.

Pemerintahan Trump sebelumnya juga menilai Prancis dan Jerman belum sepenuhnya memenuhi komitmen untuk melepas cadangan minyak dan produk minyak darurat.

Baca Juga: AS Pinjamkan Minyak 26,03 Juta Barel ke 9 Perusahaan Raksasa, Ini Tujuannya

Di tengah tekanan tersebut, hubungan AS dan Eropa sendiri tengah menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari sengketa tarif hingga perbedaan pandangan mengenai belanja pertahanan.

Prancis belum memberikan komentar terkait permintaan AS. Istana Elysee mengatakan Presiden Emmanuel Macron dan Trump tidak membahas isu tersebut ketika bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan lalu.

Namun, Macron dijadwalkan menggelar konferensi video dengan para pemimpin negara G7 untuk membahas kenaikan harga bahan bakar dan ketersediaan produk olahan minyak global, termasuk kemungkinan koordinasi pelepasan cadangan bersama IEA.