JAKARTA. Industri baja nasional menyambut baik rencana pemerintah yang akan memperketat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menetapkan harga minimum produk baja impor. Pasalnya, langkah ini akan bisa membendung serbuan baja impor. Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk Dadang Danusiri mengatakan, pengelolaan impor baja penting dilakukan mengingat oversupply baja dunia yang sangat besar. Jika kondisi oversupply terus terjadi, maka industri baja domestik akan semakin merugi. “Output ekonomi nasional akan mengecil dengan digantikannya produk domestik oleh produk impor. Hal ini akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja puluhan bahkan ratusan ribu orang baik tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung,” kata Dadang dalam rilisnya, Selasa (29/12). World Steel Dynamics memperkirakan kelebihan pasokan baja dunia di tahun ini akan mencapai 400 juta ton. Di mana China berkontribusi hingga 178 juta ton.
Tekan impor, industri baja dukung pengetatan SNI
JAKARTA. Industri baja nasional menyambut baik rencana pemerintah yang akan memperketat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menetapkan harga minimum produk baja impor. Pasalnya, langkah ini akan bisa membendung serbuan baja impor. Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk Dadang Danusiri mengatakan, pengelolaan impor baja penting dilakukan mengingat oversupply baja dunia yang sangat besar. Jika kondisi oversupply terus terjadi, maka industri baja domestik akan semakin merugi. “Output ekonomi nasional akan mengecil dengan digantikannya produk domestik oleh produk impor. Hal ini akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja puluhan bahkan ratusan ribu orang baik tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung,” kata Dadang dalam rilisnya, Selasa (29/12). World Steel Dynamics memperkirakan kelebihan pasokan baja dunia di tahun ini akan mencapai 400 juta ton. Di mana China berkontribusi hingga 178 juta ton.