KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan 11.500 paket bantuan pangan kepada keluarga rentan di Provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk menekan kerawanan pangan sekaligus mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah prioritas nasional. Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti, mengatakan sebanyak 11.500 paket bantuan dialokasikan bagi 11.500 kepala keluarga yang berada di dua dari delapan provinsi konsentrasi kemiskinan nasional, yakni Lampung dan NTT.
Baca Juga: Bapanas Perketat Pengawasan Pangan Sejak Gudang, Incar Daya Saing Ekspor Di Lampung, bantuan disalurkan kepada 5.500 kepala keluarga yang tersebar di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu. Rinciannya, 3.300 kepala keluarga di 11 desa di Lampung Timur dan 2.200 kepala keluarga di Pringsewu. "Bapanas mengalokasikan sebanyak 11.500 paket bantuan untuk 11.500 kepala keluarga yang berada di dua dari delapan provinsi konsentrasi kemiskinan nasional, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Timur," ujar Sri dalam keterangannya, Kamis (17/7/2026). Sri menjelaskan, sasaran program adalah rumah tangga yang mengalami kekurangan asupan energi minimum sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari atau
Prevalence of Undernourishment (PoU). Penentuan wilayah penerima juga mengacu pada 50 kabupaten/kota prioritas penanganan kemiskinan nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampak ke Harga Beras dan Gula Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. "Tujuan utama Inpres tersebut adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Sebagai Badan Pangan Nasional, kami hadir untuk mengurangi beban pengeluaran pangan masyarakat," katanya. Penyaluran bantuan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026 dengan sasaran masyarakat miskin ekstrem atau kelompok kesejahteraan 10% terbawah (desil 1). Adapun setiap paket bantuan berisi dua tray telur ayam grade A sebanyak 20 butir, minyak goreng fortifikasi vitamin A, 10 saset susu fortifikasi vitamin dan mineral, garam beryodium, kacang hijau masing-masing dua kemasan 500 gram, serta dua bungkus bihun jagung.
Baca Juga: Tekan Food Waste, Bapanas Dorong Pemda Perluas Kolaborasi Selamatkan Pangan Menurut Sri, komposisi bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi harian keluarga penerima, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, menilai program tersebut telah menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. "Program ini sangat tepat sasaran karena memang menyasar masyarakat desil 1," ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi terhadap potensi kerawanan pangan.
Baca Juga: Bapanas Perluas Bantuan Pangan Beras Fortifikasi, Bidik Wilayah Rawan via FSVA "Ini menjadi
warning alarm bahwa potensi kerawanan pangan harus menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten dan kota. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk melakukan mitigasi agar masyarakat semakin terlindungi dari risiko kerawanan pangan," katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News