Tekanan bagi harga platinum masih cukup besar



JAKARTA. Setelah sempat libur di awal pekan, harga platinum catatkan koreksi yang cukup signifikan. Tekanan dari koreksi harga emas menjadi salah satu penyebabnya, selain masih terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar global.

Mengutip Bloomberg, Selasa (16/2) pukul 14.20 WIB harga platinum kontrak pengiriman April 2016 di New York Mercantile Exchange merosot 2,36% ke level US$ 936,00 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Harga ini pun sudah koreksi 0,36% dalam sepekan terakhir.

Pemaparan Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka seharusnya harga platinum bisa terangkat. Mengingat cukup memuaskannya data neraca perdagangan China Januari 2016. Hanya saja memang tekanan akibat koreksi emas cukup besar mempengaruhi pergerakan harga.


Hingga pukul 15.05 WIB harga emas kontrak pengiriman April 2016 di Commodity Exchange tercatat merunduk 3,01% ke level US$ 1.201 per ons troi. Sedangkan index USD justru terbang tinggi 0,72% ke level 96,63.

Tentunya ini jadi tekanan bagi pergerakan harga platinum. “Apalagi secara fundamental platinum juga rentan dari sisi permintaan,” kata Ibrahim.

Belum membaiknya arah perekonomian China disinyalir bisa jadi pemicu masih lesunya aktivitas industri di China. Ketika aktivitas industri di China sepi, maka permintaan platinum pun akan tipis.

Memang ada upaya dari produsen untuk pangkas produksi. Sebut saja salah satu produsen platinum terbesar, Anglo American Platinum Ltd (Amplats) mengatakan akan memangkas produksinya secara tajam.

“Tapi itu belum cukup banyak membantu, oversupply di pasar saat ini lebih besar. Pemangkasan harus signifikan baru harga terbantu,” perkiraan Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News