Tekanan di Pasar Saham Membuka Peluang Investor Alihkan Investasi ke Emas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi emas dinilai masih memiliki prospek positif ke depan, meskipun kenaikan harga emas sudah tergolong fantastis. 

Di tengah tekanan pasar saham Indonesia dan meningkatnya ketidakpastian global, investasi emas dinilai berpotensi menjadi tujuan peralihan sebagian dana investor dari aset berisiko.

Harga emas Antam Logam Mulia Kamis (29/1/2026) berada di Rp 3.168.000 atau melonjak Rp 165.000 dalam sehari. Sejalan dengan itu, harga emas di pasar spot kini menyentuh US$ 5.537,15 atau naik 98,9% YoY.


Baca Juga: IHSG Terguncang Sentimen MSCI, Cermati Rekomendasi Analis untuk Investor

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, tren kenaikan harga emas masih sangat positif meskipun laju kenaikannya terbilang ekstrem. 

“Masih sangat positif walau kenaikan belakangan ini sangat fantastis. Kenaikan Januari saja sudah lebih besar daripada kenaikan 2024 setahun penuh,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, potensi koreksi harga emas di sepanjang 2026 tetap ada, namun lebih bersifat teknikal dan sulit diprediksi waktunya. 

Tapi katanya, koreksi tersebut tidak serta-merta mengubah prospek jangka menengah emas yang masih kuat.

Di tengah kondisi pasar saham Indonesia saat ini yang tertekan hingga memicu trading halt dua kali dalam dua hari terakhir, Lukman menilai peluang peralihan dana ke emas terbuka cukup lebar. 

Baca Juga: Gejolak Saham Picu Minat ke Emas sebagai Aset Lindung Nilai

Hal ini terutama karena kinerja emas sebagai aset safe haven justru melampaui aset berisiko. “Sangat mungkin investor melihat kinerja safe haven emas yang malah melampaui aset berisiko,” tegasnya.

Lukman menambahkan, posisi emas saat ini tergolong unik. Jika pada kondisi normal emas hanya menjadi porsi kecil dalam portofolio karena imbal hasilnya relatif lebih rendah, kini emas justru tampil agresif karena mampu memberikan perlindungan sekaligus return yang tinggi.

Dari sisi prospek harga emas dunia, Lukman merevisi naik proyeksi harga emas. Jika sebelumnya ia memperkirakan emas bergerak di kisaran US$ 5.400 - US$ 5.700 per ons troi pada kuartal I 2026, kini ia menilai harga emas berpeluang menembus level yang lebih tinggi.

“Sekarang paling tidak bisa mencapai US$ 6.000–US$ 6.500,” jelasnya.

Terkait strategi investasi, Lukman menyarankan investor menurunkan eksposur pada aset berisiko seiring meningkatnya ketidakpastian global. 

Saham spekulatif dinilai sebaiknya dilepas, sementara saham berfundamental kuat khususnya blue chip dan mulai memambah porsi asset likuid setara cash.

Selanjutnya: China Hapus Kebijakan yang Bikin Krisis Properti, Tapi Industri Properti Belum Pulih

Menarik Dibaca: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News