KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli, dan kenaikan biaya hidup mendorong masyarakat tidak lagi bergantung pada satu sumber penghasilan. Pekerja mulai mencari peluang usaha sebagai tambahan pendapatan sekaligus langkah antisipasi risiko ke depan. Seiring itu, model bisnis kemitraan dan franchise makin diminati. Skema ini menawarkan sistem yang telah teruji, risiko lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibanding membangun bisnis dari nol. Selain itu, pelaku usaha juga bisa berperan sebagai investor tanpa terlibat langsung dalam operasional harian. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, terjadi pergeseran pola pikir di kalangan pekerja dan profesional karena mereka tak lagi hanya mengandalkan penghasilan utama.
Tekanan Ekonomi Picu Tren Side Hustle, Franchise Jadi Pilihan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli, dan kenaikan biaya hidup mendorong masyarakat tidak lagi bergantung pada satu sumber penghasilan. Pekerja mulai mencari peluang usaha sebagai tambahan pendapatan sekaligus langkah antisipasi risiko ke depan. Seiring itu, model bisnis kemitraan dan franchise makin diminati. Skema ini menawarkan sistem yang telah teruji, risiko lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibanding membangun bisnis dari nol. Selain itu, pelaku usaha juga bisa berperan sebagai investor tanpa terlibat langsung dalam operasional harian. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, terjadi pergeseran pola pikir di kalangan pekerja dan profesional karena mereka tak lagi hanya mengandalkan penghasilan utama.