KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, melambatnya pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 yang hanya 0,1% year on year (yoy), tidak bisa dimaknai sebagai menurunnya minat investor terhadap Indonesia, tetapi lebih mencerminkan tekanan global dan sikap kehati-hatian di dalam negeri. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Nilai tersebut hanya tumbuh tipis 0,1% secara tahunan jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 21% yoy. Josua menjelaskan, secara global arus investasi lintas negara memang tengah melemah. Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan dagang, tingginya biaya pinjaman, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong banyak perusahaan menunda ekspansi, termasuk proyek-proyek industri dan infrastruktur baru.
Tekanan Global dan Domestik Jadi Penyebab Melambatnya Investasi Asing Sepanjang 2025
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, melambatnya pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 yang hanya 0,1% year on year (yoy), tidak bisa dimaknai sebagai menurunnya minat investor terhadap Indonesia, tetapi lebih mencerminkan tekanan global dan sikap kehati-hatian di dalam negeri. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Nilai tersebut hanya tumbuh tipis 0,1% secara tahunan jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 21% yoy. Josua menjelaskan, secara global arus investasi lintas negara memang tengah melemah. Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan dagang, tingginya biaya pinjaman, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong banyak perusahaan menunda ekspansi, termasuk proyek-proyek industri dan infrastruktur baru.