KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika geopolitik global kembali menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia. Ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) serta perang di Timur Tengah memicu volatilitas di berbagai kelas aset. Mula saham, komoditas, hingga nilai tukar mata uang negara berkembang. Kombinasi kebijakan perdagangan agresif dan ketegangan geopolitik memperkuat dolar AS dan meningkatkan volatilitas nilai tukar di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah mengalami fluktuasi yang lebih tajam seiring pergerakan arus modal global yang sensitif terhadap sentimen risiko. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi menilai, tekanan eksternal pada 2026 memiliki karakter berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Saat kebijakan perdagangan dan risiko geopolitik berjalan bersamaan, volatilitas pasar cenderung meningkat.
Tekanan Global Meningkat, Kurs Rupiah Melemah, Simak Strategi Bank Woori Saudara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika geopolitik global kembali menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia. Ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) serta perang di Timur Tengah memicu volatilitas di berbagai kelas aset. Mula saham, komoditas, hingga nilai tukar mata uang negara berkembang. Kombinasi kebijakan perdagangan agresif dan ketegangan geopolitik memperkuat dolar AS dan meningkatkan volatilitas nilai tukar di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah mengalami fluktuasi yang lebih tajam seiring pergerakan arus modal global yang sensitif terhadap sentimen risiko. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi menilai, tekanan eksternal pada 2026 memiliki karakter berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Saat kebijakan perdagangan dan risiko geopolitik berjalan bersamaan, volatilitas pasar cenderung meningkat.