Tekanan global mulai berkurang, lelang sukuk berpotensi laris



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (3/4) nanti. Lelang kali ini diperkirakan akan berlangsung ramai setelah meredanya tekanan global.

Analis Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia, Anil Kumar menilai, sentimen global seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang mempengaruhi pasar obligasi Indonesia dalam beberapa hari terakhir mulai mereda. Hal ini seiring adanya rencana negosiasi antara kedua negara tersebut.

Walau masih menunggu realisasi rencana tersebut, para pelaku pasar sudah kembali antusias melakukan transaksi di pasar obligasi Indonesia.


Imbasnya, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mengalami kenaikan ke level 244,2168 pada penutupan perdagangan Kamis (29/3) lalu.

Selama sepekan terakhir, indeks obligasi ini menguat 0,51%. “Dengan kondisi yang sekarang harusnya lelang sukuk nanti bisa ramai,” kata Anil.

Ia pun yakin, nilai penawaran yang masuk pada lelang kali ini bisa melampaui target indikatif pemerintah sebesar Rp 8 triliun.

Adapun seri-seri bertenor pendek SPN-S04102018 dan PBS016 diprediksi akan kembali menjadi seri yang paling diminati investor. “Investor masih menunggu kepastian pulihnya pasar sehingga seri tenor panjang belum banyak dicari,” paparnya.

Anil menambahkan, satu hal yang bisa menghambat langkah investor untuk mengikuti lelang sukuk adalah fakta bahwa neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit hingga Februari lalu.

Untungnya, defisit tersebut dapat terselamatkan oleh tingkat inflasi dan suku bunga acuan Indonesia yang masih berada di level sesuai ekspektasi pasar. “Di luar neraca dagang, fundamental ekonomi Indonesia masih stabil,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, selain melelang seri SPN-S04102018 dan PBS016, pemerintah juga akan melelang seri sukuk PBS002, PBS017, PBS012, PBS004, dan PBS015. Pada lelang sukuk sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp 8,9 triliun dari total penawaran masuk sebesar Rp 13,06 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto