Tekanan IHSG Masih Berpotensi Berlanjut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah -3,64% ke level 4.996,61 pada Senin (19/10) setelah sempat menyentuh level terendah 4.907,37 saat perdagangan intraday kemarin.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, IHSG masih menghadapi tekanan berat seiring kekhawatiran investor terhadap usulan MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Menurut Alrich, regulator telah merespons pengumuman MSCI antara lain dengan menjatuhkan sanksi denda administratif kepada sejumlah pihak yang dianggap melakukan pelanggaran serta mengubah batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7%.


Memang, tekanan jual investor asing masih berlangsung pada awal pekan ini. Namun, beberapa saham mulai bangkit dari level ARB setelah sejumlah emiten mengumumkan rencana buyback saham.

Secara teknikal, Alrich memperkirakan tekanan pada IHSG masih berpotensi berlanjut pada Selasa (20/10) dengan support di kisaran 4.800-4.900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi. "Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk rebound di atas level 5,000 pada perdagangan Selasa (20/10)," ujar dia, Senin (19/10).

Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto bilang, posisi IHSG yang masih berada di bawah level 5.000 menunjukkan bahwa technical rebound belum mengubah arah indeks. Dia pun memperkirakan IHSG masih berada dalam tren strong bearish.

Pada perdagangan hari ini, William memperkirakan IHSG bakal melemah dengan rentang support 4.900-5.108 yang disertai volatilitas tinggi.

Untuk trading, William menyarankan investor beli saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 10.600–Rp 11.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News