KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ke inflasi masih akan dirasakan pada Oktober 2022. Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menyebut, dampak yang dirasakan pada bulan ini merupakan dampak rambatan (second round impact). “Masih ada dampak dari peningkatan BBM di Oktober 2022. Namun, ini merupakan dampak dari second round impact. Meski harusnya, harga pangan sudah mulai melandai,” tegas Faiz kepada Kontan.co.id, Selasa (4/10). Menurut perhitungan Faiz, inflasi pada Oktober 2022 akan mencapai 6,2% secara tahunan (YoY) hingga 6,5% YoY, atau lebih tinggi dari inflasi pada September 2022 yang sebesar 5,95% YoY. Meski begitu, harapannya inflasi akan tertahan dengan mulai turunnya harga pangan.
Tekanan Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM Masih Ada di Oktober 2022
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ke inflasi masih akan dirasakan pada Oktober 2022. Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menyebut, dampak yang dirasakan pada bulan ini merupakan dampak rambatan (second round impact). “Masih ada dampak dari peningkatan BBM di Oktober 2022. Namun, ini merupakan dampak dari second round impact. Meski harusnya, harga pangan sudah mulai melandai,” tegas Faiz kepada Kontan.co.id, Selasa (4/10). Menurut perhitungan Faiz, inflasi pada Oktober 2022 akan mencapai 6,2% secara tahunan (YoY) hingga 6,5% YoY, atau lebih tinggi dari inflasi pada September 2022 yang sebesar 5,95% YoY. Meski begitu, harapannya inflasi akan tertahan dengan mulai turunnya harga pangan.