Tekanan Jual Masih Membayangi IHSG, Saham Defensif Ini Menarik Dilirik, Rabu (10/1)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 1,14% ke posisi 7.200,20 pada perdagangan Selasa (9/1). Tiga saham Grup Barito masuk ke dalam saham laggard dan top losers. IHSG pun masih rawan melanjutkan pelemahannya ke rentang area 7.120-7.160 pada Rabu (10/1). 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengungkapkan secara teknikal, Stochastic RSI dan MACD cenderung bergerak turun didukung nilai dan volume transaksi pada perdagangan kemarin. "Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual masih cukup besar," ungkap Alrich dalam risetnya, Selasa (9/1).

Alrich memperkirakan IHSG masih akan dibayangi potensi koreksi lanjutan dari sektor barang baku berkaitan dengan aksi profit taking selektif. Di sisi lain, pada Selasa kemarin rilis data Indeks Keyakinan Konsumer (IKK) bulan Desember sebesar 123.8, lebih tinggi dibandingkan 123.6 pada bulan November 2023, namun lebih rendah dari ekspektasi di 124. 


Baca Juga: Strategi Investasi & Rekomendasi Saham Pilihan Usai IHSG Anjlok Terseret Grup Barito

Dari sisi eksternal, pelaku pasar mengantisipasi data pengangguran dari Eropa pada pekan ini. Dari pasar Amerika Serikat, data inflasi menjadi data yang diantisipasi pada pekan depan. "Kedua data ini berpotensi memengaruhi pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter dari bank sentral besar untuk beberapa bulan ke depan," imbuh Alrich.

Alrich memprediksi resistance IHSG ada di level 7.250, pivot pada area 7.200, dan support ada di 7.150. Untuk perdagangan hari ini, Alrich melihat saham-saham defensif dapat menjadi pilihan teratas (top picks). 

Pelaku pasar bisa melirik saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Kemudian, trading buy saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati