Tekanan MSCI Melemahkan Harga Saham, BBCA Cermati Dampaknya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertimbangan penyedia indeks global MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi sentimen baru yang dicermati emiten domestik di tengah berbagai aksi korporasi yang disiapkan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). 

Hari ini, Jumat (16/10/2026), MSCI mengumumkan sedang mengkaji opsi penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). 

Langkah ini sukses membuat pasar anjlok. Di akhir perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 11,57% menjadi 5.185,10. Secara kumulatif sejak awal tahun, penurunannya mencapai 40,04%, 


Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh hingga Kuartal III-2026

Tren yang sama nampak pada BBCA, yang dalam sehari harganya melorot 14,81% menjadi Rp 5.175. Jika ditarik sejak awal tahun, pelemahan harga BBCA telah mencapai 35,91%. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengaku pihaknya mencermati dinamika ini. 

“Sehubungan dengan keterbukaan informasi mengenai pembukaan konsultasi klasifikasi indeks oleh MSCI, pada prinsipnya BCA senantiasa mencermati dan menghormati seluruh proses dan dinamika yang berjalan di pasar modal,” jelasnya kepada Kontan, Jumat (16/10/2026). 

Pada dasarnya, dinamika MSCI menjadi sentimen tambahan di tengah rencana aksi korporasi BBCA, yakni pembagian dividen. 

Mengingatkan saja, BBCA telah mengumumkan rencana pembagian dividen interim tiap kuartal, dengan realisasi pertama pada kuartal II-2026 lalu sebesar Rp 20 per saham atau sebesar Rp 2,46 triliun dan realisasi kedua pada kuartal III-2026 sebesar Rp 25 per saham atau total Rp 3,07 triliun. 

Untuk saat ini, Hera memastikan pihaknya tetap berfokus pada fundamental bisnis bank, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika saat ini. 

Bank juga berkomitmen menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memberikan nilai tambah berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: FIF Siapkan Dana Rp 250,78 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo 16 November 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News