Tekanan terhadap ECB semakin besar



BERLIN. Memang susah menjadi regulator moneter. Apalagi regulator moneter di wilayah bermasalah seperti Zona Euro.

Angel Gurria, Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) meminta European Central Bank (ECB) bergerak lebih aktif membendung krisis Zona Euro. Gurria menegaskan, seharusnya ECB menggunakan kewenangan mereka lebih besar. "Sekarang ini sistem dipertaruhkan, padahal euro seharusnya tidak ditaruh dalam posisi berisiko, EFSF dan ESM saja tidak cukup," kata Gurria.

Usul ini terkait program pembelian surat utang negara bermasalah di Zona Euro. Bulan lalu, ECB mengumumkan niatnya menggelar program ini. Para pengamat memperkirakan, ECB akan mengumumkan detail program pada pertemuan Kamis pekan ini.


ECB mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk mematok imbal hasil maksimal obligasi negara dan menargetkan selisih tertentu obligasi negara terhadap obligasi Jerman yang menjadi safe haven dan acuan. Satu sumber ECB mengatakan, ada pula diskusi untuk membeli aset di kelas-kelas tertentu, bukan sekadar obligasi negara.

Ekonom Commerzbank AG dan JPMorgan Chase & Co memperkirakan, sulitnya pilihan yang jelas, kompleksitas masalah dan tipisnya waktu menyebabkan Draghi kemungkinan tidak akan merilis detail program pekan ini.

Komisi Eropa  berencana memberi kekuasaan kepada ECB memonitor seluruh bank di Zona Euro sebagai langkah awal penyatuan sistem perbankan Eropa. Badan Eksekutif Uni Eropa akan mempublikasikan detail proposal ini pada 12 September.

Suara keras muncul dari Jerman. Gubernur bank sentral Jerman, Bundesbank, Jens Weidmann, menentang rencana pembelian obligasi. Ia mengatakan, pembelian obligasi negara-negara bermasalah itu bersifat adiktif.

Sementara Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble,menolak rencana Komisi Eropa atas kekuasaan ECB dalam pengawasan bank. "ECB sendiri mengatakan, mereka tidak mempunyai sumber daya mengawasi 6.000 bank Uni Eropa dalam waktu dekat," kata Schaeuble.

Ia menyarankan, agar ECB hanya mengawasi institusi penting yang berdampak sistemik. Para menteri keuangan Zona Euro akan mempertimbangkan proposal Komisi Eropa ini pada pertemuan 15 September mendatang.

Schaeuble memperingatkan agar tidak berharap terlalu banyak kepada ECB, karena Gubernur ECB, Mario Draghi harus bergerak sesuai mandat. "Kami harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan ekspektasi yang salah," kata Schaeuble.