Teknik okulasi hasilkan bibit berkualitas baik (2)



Budidaya apel manalagi bisa dikembangkan secara vegetatif dengan teknik okulasi, cangkok, dan stek atau sambung pucuk. Dari berbagai teknik vegetatif itu, kebanyakan petani melakukan perbanyakan bibit secara okulasi. Seperti dilakukan Edy Sumulur, pemilik PT Pusaka Alam Lestari asal Pasuruan, Jawa Timur. Menurut Edy, dengan okulasi, bibit yang dihasilkan akan persis atau identik dengan induknya. Maka itu, ia menyarankan memilih kualitas indukan yang bagus. "Hasilnya pun secara genetik akan bagus," katanya. Dalam teknik okulasi, Edy memperbanyak bibit menggunakan batang bawah yang berasal dari pohon apel lokal ataupun apel liar yang akarnya kuat.Sementara, batang atas yang akan ditempel dipilih dari cabang pohon induk yang kualitasnya bagus. Langkah pertama, batang bawah dilepas kulitnya. Setelah itu, potong kulit dari pohon induk lalu ditempelkan di pohon batang bawah dan diikat dengan plastik. Setelah dua minggu plastik bisa dibuka dan akan menghasilkan mata tempel. Jika mata tempel berwarna hijau, artinya bibit sudah hidup. Setelah ada tanda bibit hidup, batang bawah dipotong supaya merangsang mata tempel untuk tumbuh hingga sepanjang 30 centimeter (cm) . Seluruh proses tersebut memakan waktu sekitar satu tahun. Bagi pebudidaya pemula yang ingin memulai dari bibit, bisa membeli langsung bibit yang sudah siap tanam dengan tinggi sekitar 50 cm.

Bibit kemudian ditanam di tanah dengan jarak 2 meter (m)  x 2 m. Perawatannya cukup dengan memberikan pupuk dua kali setahun dan penyiraman jika sedang musim kemarau.Tanaman ini sebaiknya di tanam di lahan dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).  "Tapi kalau hanya ingin dikonsumsi sendiri atau menanam di pekarangan rumah, bisa saja di ketinggian 600 mdpl asal kebutuhan airnya dijaga," terang Edy.Dalam dua tahun, apel manalagi sudah akan menghasilkan buah dan bisa dipanen. Selanjutnya, pohon apel bisa dua kali panen dalam setahun. Usia pohon ini pun bisa mencapai puluhan tahun jika dirawat dengan baik.Krisna Yudaherdiyanto, pebudidaya apel manalagi dari Agrotech bilang, yang patut diperhatikan dalam budidaya apel ini adalah kondisi cuaca. Kondisi iklim Kota Malang yang cenderung dingin sangat cocok bagi pertumbuhan apel manalagi. Apalagi, kalau pohon apel sudah mulai panen. "Tidak perlu melakukan perawatan khusus," ujarnya. Cukup disiram, apel sudah tumbuh baik. Apalagi udara Malang cukup lembab. "Paling saya pakai obat-obatan semprot,” ujarnya. (Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News