KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai memperkenalkan teknologi bioflok untuk membantu para nelayan melakukan budidaya ikan. Teknologi ini khususnya diperuntukkan untuk para nelayan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai. Sekretaris KPI, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, teknologi bioflok bisa jadi solusi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk para nelayan. “Untuk mendukung operasional kolam bioflok, kami membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan kapasitas panel surya 4,4 kWp dan baterai 5 kWh,” kata Hermansyah dalam keterangannya, Minggu (2/3). PLTS ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Dengan adanya listrik tenaga surya, nelayan tidak lagi khawatir soal biaya listrik untuk penerangan di dermaga dan kolam bioflok.
Teknologi Bioflok Diluncurkan Sebagai Solusi Ekonomi Berkelanjutan Bagi Nelayan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai memperkenalkan teknologi bioflok untuk membantu para nelayan melakukan budidaya ikan. Teknologi ini khususnya diperuntukkan untuk para nelayan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai. Sekretaris KPI, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, teknologi bioflok bisa jadi solusi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk para nelayan. “Untuk mendukung operasional kolam bioflok, kami membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan kapasitas panel surya 4,4 kWp dan baterai 5 kWh,” kata Hermansyah dalam keterangannya, Minggu (2/3). PLTS ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Dengan adanya listrik tenaga surya, nelayan tidak lagi khawatir soal biaya listrik untuk penerangan di dermaga dan kolam bioflok.