Teknologi Canggih Kanedevia Entitas Swiss Kelola Sampah di Tengah Pemukiman



KONTAN.CO.ID-ZURICH. Sampah adalah permasalahan yang jamak didapati di banyak negara. Masalah ini lantas menjadi peluang bagi entitas asal Swiss, Kanadevia Inova. 

Seperti diterangkan oleh Mattias Baur, Senior Sales Manager Kanadevia Inova menyatakan kepada delegasi jurnalis Grup Media Kompas yang berkunjung ke perusahaannya, bahwa perusahannya ini merupakan pionir dalam teknologi hijau global, yang terus mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan melalui konsep ekonomi sirkular.

Kanadevia Inova yang sebelumnya dikenal dengan Hitachi Zosen Inova, memiliki akar sejarah yang panjang di Swiss. Bermula dari perusahaan L. von Roll Aktiengesellschaft yang mulai beroperasi di bidang pengolahan sampah pada tahun 1930-an.


Perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Hitachi Zosen Corporation pada tahun 2010 sebelum akhirnya berganti nama menjadi Kanadevia pada tahun 2024.

Baca Juga: Menjelajahi Jantung Inovasi Medis Terbaik Swiss

Perusahaan yang memiliki kantor cabang di Indonesia ini memiliki rekam jejak lebih dari 2.000 proyek yang telah dilaksanakan di lebih dari 17 negara, dan didukung oleh lebih dari 3.500 karyawan di seluruh dunia.

Cara pengelolaan sampah

Kata Mattias, Kanadevia Inova menggunakan berbagai teknologi canggih untuk mengolah sampah menjadi energi berkelanjutan sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Tahapan pengelolaan sampah mereka terdiri dari:

1. Waste to Energy (WtE) Cara ini merupakan salah satu solusi utama mereka, adalah mengolah sampah, terutama sampah padat kota dan komersial yang tidak dapat didaur ulang, dibakar dalam fasilitas khusus untuk menghasilkan listrik dan panas.

Semisal contohnya pada proyek Hagenholz di Zurich, proses pembakaran ini digunakan untuk menyediakan energi bagi jaringan pemanas distrik (district heating) yang melayani sekitar 90.000 rumah tangga.

jaringan pemanas distrik tersebut merupakan sistem penyediaan energi termal terpusat terbesar di Swiss. Sistem ini mengirimkan panas bersuhu tinggi/rendah melalui jaringan pipa bawah tanah untuk kebutuhan pemanas ruangan dan air panas.

2. Produksi Biogas Kanadevia memiliki teknologi untuk memproses sampah organik melalui metode pencernaan anaerobik (anaerobic digestion), baik dalam bentuk kering maupun basah. Proses ini mengubah sampah organik dari sektor pertanian, industri, atau rumah tangga menjadi biogas.

3.Power-to-Gas & Biomethanation In merupakan teknologi yang memungkinkan konversi energi menjadi gas (seperti hidrogen atau metana sintetis) yang dapat disimpan atau digunakan kembali sebagai bahan bakar.

4.Carbon Capture (Penangkapan Karbon) Sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi, Kanadevia mengintegrasikan teknologi untuk menangkap emisi CO2 dari proses pengolahan sampah agar tidak terlepas ke atmosfer.

5. Pengolahan Residu Setelah proses pembakaran atau pengolahan selesai, mereka juga menangani residu yang dihasilkan untuk memastikan siklus sumber daya tetap terjaga.

"Kanadevia Inova berdedikasi untuk mempelopori dan menghadirkan teknologi hijau canggih yang mengubah sampah menjadi energi berkelanjutan," tutur Mattias, kepada delegasi jurnalis Grup Media Kompas, di Zurich, Senin (22/6/2026). 

Secara keseluruhan, metode Kanadevia dirancang untuk mengurangi transportasi sampah dengan menempatkan fasilitas pengolahan di area perkotaan, sehingga produk energinya (listrik dan panas) bisa langsung dinikmati oleh konsumen di sekitarnya. Ini artinya, pusat pengelolaan sampah perusahaan berada di tengah pemukiman penduduk.

Teknologi canggih mengubah stigma "sampah jorok dan bau" menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Berikut ini adalah sejumlah alasannya.

Pertama, penyediaan energi skala besar. Alih-alih menjadi beban lingkungan, fasilitas ini memberikan manfaat langsung dengan menyediakan listrik 25 Mega electric (MWel) dan panas untuk sistem pemanas distrik (145 MW). Di Zurich, energi yang dihasilkan kini mampu melayani kebutuhan sekitar 90.000 rumah tangga, sehingga masyarakat merasakan manfaat ekonomi dan kenyamanan langsung dari pengolahan sampah tersebut.

Kedua, lokasi strategis di area perkotaan. Fasilitas tersebut kini mampu mengolah 360.000 ton sampah per tahun. Kata Mattias, Kanadevia menempatkan fasilitasnya di area perkotaan agar dekat dengan konsumen. Hal ini akan mengurangi transportasi sampah. Dengan adanya pabrik di dalam kota, perjalanan truk sampah di area pinggiran kota Zurich dapat dikurangi secara signifikan, yang berarti berkurangnya polusi udara dan kemacetan akibat angkutan sampah.

Selain itu, mereka menerapkan teknologi tertutup. Berbeda dengan tempat pembuangan sampah terbuka, fasilitas waste to energy (WTE) mereka merupakan bangunan industri modern yang tertutup dan dirancang dengan standar lingkungan serta legalitas yang ketat untuk meminimalkan dampak negatif seperti bau atau polusi visual.

Ketiga, visi lingkungan yang jelas. Fokus Kanadevia pada dekarbonisasi, keamanan pasokan energi, dan ekonomi sirkular membantu membangun citra positif bahwa Kanadevia adalah bagian dari solusi iklim, bukan sekadar pengolah limbah. "Kami memiliki slogan, We care. We deliver. We innovate," pungkas Mattias. Ini merupakan komitmen terhadap kualitas hidup komunitas sekitar.

Infografik Sampah jadi energi terbarukan
© Foto oleh Tri Yuwono
Baca Juga: Menengok Swiss Smart Factory, Pintu Masuk Indonesia Kuasai Manufaktur Cerdas