JAKARTA. Sejumlah produk yang diekspor Indonesia ke Australia ternyata masih terbilang sensitif di Negeri Kanguru. Mereka masih enggan menurunkan bea masuk produk-produk tersebut. Tengok saja produk otomotif. Australia belum mau menurunkan bea masuk otomotifnya agar bisa dimanfaatkan oleh eksportir otomotif dari Indonesia. Tak hanya itu saja, Australia juga masih keberatan meurunkan bea masuk tekstil dan produk tekstil dari Indonesia.“Dua produk ini, Australia belum mau menurunkan bea masuknya menjadi nol persen karena masih dianggap sebagai produk sensitive list,” jelas Gusmardi, Dirjen Kerjasama Perdaganga International (KPI), Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (9/8). Rencananya, Pemerintah Indonesia akan membahas masalah tarif tersebut untuk dibicarakan dengan produsen otomotif dan produsen tekstil di Indonesia sebelum membuat kebijakan negosiasi dengan pihak Australia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tekstil dan otomotif masih sensitif di Australia
JAKARTA. Sejumlah produk yang diekspor Indonesia ke Australia ternyata masih terbilang sensitif di Negeri Kanguru. Mereka masih enggan menurunkan bea masuk produk-produk tersebut. Tengok saja produk otomotif. Australia belum mau menurunkan bea masuk otomotifnya agar bisa dimanfaatkan oleh eksportir otomotif dari Indonesia. Tak hanya itu saja, Australia juga masih keberatan meurunkan bea masuk tekstil dan produk tekstil dari Indonesia.“Dua produk ini, Australia belum mau menurunkan bea masuknya menjadi nol persen karena masih dianggap sebagai produk sensitive list,” jelas Gusmardi, Dirjen Kerjasama Perdaganga International (KPI), Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (9/8). Rencananya, Pemerintah Indonesia akan membahas masalah tarif tersebut untuk dibicarakan dengan produsen otomotif dan produsen tekstil di Indonesia sebelum membuat kebijakan negosiasi dengan pihak Australia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News