KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Teladan Prima Agro Tbk (
TLDN) mencatatkan peningkatan produksi sepanjang tahun 2025. Produksi tandan buah segar (TBS) inti naik 3,6% secara tahunan ke Rp 1,10 juta ton sepanjang 2025. Kemudian, produksi TBS plasma naik 9%
year on year (yoy) ke 161.476 ton. Sementara, TBS olah tercatat naik 5,9% yoy ke 1,46 juta ton sepanjang 2025. Rinciannya, TBS inti 1,10 juta ton, TBS plasma 161.476 ton, dan TBS pihak ketiga 192.405 ton.
Baca Juga: Trump Bicara Akhir Perang, Harga Aluminium Global Langsung Turun “Rata-rata produksi TBS per hektar pada tahun 2025 untuk tanaman inti terjaga sebesar 22,2 ton per hektar, sama dengan tahun 2024,” kata manajemen dalam dokumen di keterbukaan informasi tanggal 9 Maret 2026. TLDN mencatat produksi minyak sawit mentah (CPO) naik 2,5% yoy ke 333.092 ton sepanjang tahun 2025. Sementara, produksi inti sawit naik 2,8% yoy ke 52.197 ton.
Oil extraction rate (OER) tahun 2025 sebesar 22,8%, turun 3,2% yoy, kernel
extraction rate (KER) pada 2025 sebesar 3,6%, turun 3% yoy, serta utilitasi pabrik sebesar 81,1%. “Faktor pengaruh adalah kualitas TBS yang diproduksi belum maksimal, sehingga OER yang dihasilkan menurun dibandingkan tahun lalu,” tulisnya. Perkebunan kelapa sawit TLDN terdiri dari 98% tanaman prima, 1% tanaman muda, dan 1% tanaman belum menghasilkan dengan rata-rata usia 15,7 tahun. Tanaman menghasilkan di area inti seluas 51.686 hektar dan area plasma 12.289 hektar. Sementara, lahan tertanam tanaman inti seluas 51.959 hektar dan tanaman plasma 12.471 hektar. Dari kinerja keuangan, Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan TLDN tercatat Rp 5,42 triliun sepanjang 2025. Ini naik 28,42% yoy dari Rp 4,21 triliun pada 2024.
TLDN pun mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,10 triliun sepanjang tahun lalu, naik 34,03% yoy.
Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,55% ke Rp 16.879 per Dolar AS pada Selasa (10/3/2026) Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar perseroan sebesar Rp 85,48 pada tahun 2025, naik dari Rp 63,77 di tahun 2024. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News