KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Teladan Prima Agro Tbk (
TLDN) menyiapkan alokasi belanja modal atau
capital expenditure (Capex) lebih dari Rp 600 miliar pada 2026. Dana capex tahun ini utamanya akan mendukung sejumlah agenda ekspansi perusahaan.
Direktur of Finance Accounting & Tax TLDN, Mahirudin menyampaikan bahwa perusahaan berencana mengembangkan pabrik pengolahan inti sawit (kernel crushing plant) baru yang berlokasi di area perkebunan internal perusahaan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Tujuannya dari ekspansi ini adalah untuk menambah
value dari inti sawit untuk dapat diolah menjadi CPKO, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Raup Laba Bersih Rp 829,3 Miliar Hingga September 2025 Selain itu, perusahaan juga akan membangun biogas power plant kedua dengan kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan fasilitas pertama.
“Di tahun ini, insya Allah kami juga sedang dalam proses untuk membangun pabrik pengolahan inti sawit dan
biogas power plant yang kedua dengan kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan kapasitas pertama di area perkebunan kami,” ungkap Mahirudin, dalam konferensi pers, Kamis (16/4/2026). Kedua pabrik anyar ini ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pihaknya menyiapkan dana investasi sekitar Rp 50 miliar-Rp 60 miliar untuk pembangunan kedua pabrik tersebut.
“Dengan perkiraan anggaran capex atau investasi sekitar Rp 50 miliar – Rp 60 miliar,” sebutnya.
Di sisi lain, perusahaan juga memiliki rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui akuisisi pabrik kelapa sawit di tahun ini.
Pada tahun ini TLDM menargetkan peningkatan produksi sekitar 5%-10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Kejar Kinerja Positif di 2026, Intip Strateginya Optimisme tersebut sejalan dengan berbagai katalis positif bisnis tahun ini, mulai dari outlook harga
crude palm oil (CPO), cuaca dan lingkungan, serta dukungan pemerintah.
Dari sisi kinerja keuangan, pihaknya mengincar pertumbuhan hingga 10% untuk perolehan pendapatan maupun laba dibandingkan tahun sebelumnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News