JAKARTA. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatatkan kinerja keuangan memuaskan di awal tahun ini. Pada kuartal I 2015, TELE mengantongi pendapatan bersih Rp 4,1 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan TELE berasal dari penjualan voucher isi ulang pulsa sebesar Rp 2,3 triliun atau naik 21% year-on-year (yoy). Sedangkan penjualan ponsel TELE menanjak 59% (yoy) menjadi Rp 1,75 triliun. Dari sini, penjualan voucer menyumbang 56% total pendapatan Tiphone Mobile. Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto menilai penjualan ponsel saat ini kalah pamor dibandingkan bisnis voucher isi ulang pulsa yang lebih stabil. Konsumsi masyarakat Indonesia yang masih tergolong boros untuk pemakaian pulsa menyebabkan permintaan voucer isi ulang jauh lebih stabil ketimbang penjualan ponsel.
TELE Menggosok Kocek Voucer Pulsa Isi Ulang
JAKARTA. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatatkan kinerja keuangan memuaskan di awal tahun ini. Pada kuartal I 2015, TELE mengantongi pendapatan bersih Rp 4,1 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan TELE berasal dari penjualan voucher isi ulang pulsa sebesar Rp 2,3 triliun atau naik 21% year-on-year (yoy). Sedangkan penjualan ponsel TELE menanjak 59% (yoy) menjadi Rp 1,75 triliun. Dari sini, penjualan voucer menyumbang 56% total pendapatan Tiphone Mobile. Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto menilai penjualan ponsel saat ini kalah pamor dibandingkan bisnis voucher isi ulang pulsa yang lebih stabil. Konsumsi masyarakat Indonesia yang masih tergolong boros untuk pemakaian pulsa menyebabkan permintaan voucer isi ulang jauh lebih stabil ketimbang penjualan ponsel.