Telegram Sempat Hilang dari App Store, Ini Penjelasan Apple dan Durov



KONTAN.CO.ID - Aplikasi pesan instan Telegram sempat menghilang dari App Store milik Apple pada Senin (4/8) malam waktu Amerika Serikat.

Berdasarkan kabar pengguna di dunia maya, aplikasi Telegram sempat tidak bisa ditemukan di App Store selama sekitar 40 menit sebelum akhirnya kembali tersedia untuk diunduh.

Pengguna yang telah menginstal Telegram tidak terdampak dan tetap bisa menggunakan aplikasi seperti biasa. Telegram juga tetap tersedia di Mac App Store selama proses tersebut berlangsung.


Apple dan CEO Telegram Pavel Durov memberikan penjelasan yang berbeda terkait penyebab insiden tersebut.

Baca Juga: Rusia vs Pavel Durov: Awal Mula Konflik Pendiri Telegram dengan Kremlin

Apple: Ada Konten yang Melanggar Aturan

Dalam pernyataannya, Apple mengatakan Telegram sempat dihapus setelah proses peninjauan menemukan konten yang melanggar pedoman App Store terkait materi eksploitasi seksual anak (Child Sexual Abuse Material atau CSAM).

Menurut Apple, Telegram segera mengambil tindakan dengan menghapus konten tersebut dan memblokir akun yang mengunggahnya. Setelah itu, aplikasi kembali tersedia di App Store.

"Kami sempat menghapus Telegram dari App Store setelah peninjauan menemukan konten yang melanggar pedoman ketat kami terkait materi eksploitasi seksual anak. Aplikasi kemudian dipulihkan setelah pengembang segera menghapus konten tersebut dan memblokir pengguna yang mengunggahnya," kata Apple dalam keterangannya, dikutip Reuters.

Sementara itu, Telegram menyatakan kasus tersebut hanya melibatkan satu akun. Perusahaan mengklaim telah menghapus lebih dari 337.900 grup dan kanal yang terkait dengan CSAM sepanjang 2026.

Sebelumnya, Telegram juga menghapus 29.640 grup dan kanal pada 2025 berdasarkan laporan berbagai organisasi, termasuk National Center for Missing & Exploited Children.

Baca Juga: Apple Cetak Sejarah, Sempat Jadi Perusahaan Termahal Dunia Salip Nvidia

CEO Telegram, Pavel Durov: Apple Dimanipulasi

CEO Telegram Pavel Durov memiliki penjelasan berbeda mengenai insiden tersebut.

Melalui unggahannya, Durov mengklaim penghapusan Telegram dipicu oleh aksi takedown extortionist, yakni pelaku yang memeras pemilik grup dengan ancaman melaporkan komunitas mereka agar dihapus dari platform.

Mengutip MacRumors, Durov menjelaskan bahwa pelaku menggunakan akun otomatis untuk menyisipkan konten ilegal berupa materi CSAM hasil modifikasi AI ke dalam grup publik.

Setelah itu, konten tersebut langsung dilaporkan ke Apple dengan tujuan memicu penghapusan aplikasi dari App Store.

Ia juga menyebut pelaku memanfaatkan celah teknis dengan mengedit pesan lama sehingga konten ilegal tersebut tidak mudah terlihat oleh anggota grup maupun sistem moderasi Telegram.

Durov menegaskan kasus tersebut bukan menunjukkan lemahnya sistem moderasi Telegram, melainkan merupakan situasi yang sangat jarang terjadi dan sengaja dirancang untuk mengelabui sistem.

Hingga saat ini, Apple belum memberikan tanggapan atas klaim Durov mengenai dugaan adanya pelaku pemerasan yang memanipulasi proses moderasi tersebut.

Baca Juga: Apple Gugat OpenAI dan Dua Mantan Karyawannya Atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang