Televisi berbayar adu strategi merebut pelanggan



JAKARTA. Pasar televisi berbayar yang masih terbuka lebar membuat pebisnis kepincut terjun ke bisnis ini. Dalam satu tahun terakhir, bermunculan pemain anyar di televisi berlangganan ini.

Yang terbaru adalah Kompas Gramedia. Perusahaan media ini berencana melansir televisi berbayar, K Vision. Bimo Setiawan, Direktur Utama Kompas TV menyatakan, perusahaannya telah mempersiapkan portofolio bisnis ini secara seksama. Bila tidak ada aral melintang, di kuartal satu tahun ini, K Vision siap mengudara. "Bulan Februari nanti siap meluncur," kata dia saat dihubungi KONTAN, Minggu (12/1).

Televisi berbayar ini menggunakan teknologi satelit. Hal ini bisa membuat jangkauan siaran lebih luas, mengingat keunggulan teknologi satelit yang bisa mencakup seluruh wilayah nusantara.


Sayangnya, Bimo belum bisa bercerita tentang strategi dan pengembangan K Vision. Dia hanya berujar, di tahap awal, untuk menarik pelanggan, K Vision akan menghadirkan tayangan olahraga unggulan. "Tahun 2014 adalah tahun piala dunia. Kami akan hadirkan tayangan World Cup ke layar K Vision," katanya.

Tayangan olahraga, terutama sepakbola, memang masih menjadi salah satu konten favorit televisi berbayar untuk menjaring pelanggan. Hal ini diakui oleh PT Mediatama Anugrah Citra, pengelola Nexmedia, televisi berbayar yang menggunakan teknologi digital terestrial milik Grup Elang Mahkota Teknologi (EMTK).

Direktur Pemasaran Nexmedia Andy Jobs bilang, Nexmedia memperkuat konten dengan berbagai tayangan olahraga yang bisa menjaring pasar. Misalnya, tayangan eksklusif Barclays Premier League (BPL). "Kami mendapat kontrak hak siar BPL selama tiga tahun. Konten siaran yang panjang dan berkesinambungan ini lebih menjanjikan bagi kami," kata dia.

Kehadiran BPL alias Liga Inggris yang digadang-gadang sebagai liga sepakbola paling top sejagat ini memang manjur. Berkat acara ini, jumlah pelanggan Nexmedia tumbuh 200%. Supaya pelanggan tidak bosan, Nexmedia juga menawarkan siaran sepakbola lain, seperti Liga Champion dan Liga Italia.

PT First Media Tbk (KBLV), pemain televisi berbayar berbasis kabel (homepass) pun menyajikan tayangan BPL untuk perkuat layanannya.

Konten keluarga

Direktur First Media Dicky Moechtar menyatakan, tayangan BPL yang dihadirkannya diklaim sudah berkualitas high definition (HD).

Program bola ini membuat First Media menargetkan jumlah pelanggan televisi kabel naik dari 318.000 pelanggan di 2013 menjadi 413.400 pelanggan tahun ini.

Selain memperkuat konten, anak usaha Grup Lippo ini juga memperkuat jaringan kabel homepass. "Kami ingin bangun 300.000 homepass tahun ini," ujar Dicky.

Untuk merealisasikan rencana ini, First Media sudah menganggarkan sekitar 60% dari belanja modal 2014 yang sebesar Rp 1 triliun. Wilayahnya di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. "Kami terus berekspansi agar tahun ini mendapat pertumbuhan pendapatan juga pelanggan sebesar 30% dari tahun lalu," ujarnya.

Artinya, perusahaan ini berharap bisa meraih pertumbuhan pendapatan pada 2014 sebesar Rp 2,2 triliun. Adapun pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tahun ini bisa mencapai Rp 450 miliar.

Sementara itu, bagi Guntur Siboro, Deputy President Director PT Karyamegah Adijaya, pengelola Aora TV, strategi yang dilakoninya bukan ke konten olahraga, melainkan memperkuat konten untuk keluarga. "Jika dulu kami andalkan tayangan olahraga, sekarang ini kami beralih ke tayangan-tayangan untuk keluarga," katanya.

Guntur bilang, salah satunya adalah menghadirkan tayangan dari Zee Entertainment yang bernama Zee Bioskop. Tayangan ini akan menayangkan khusus drama dan film Bollywood, India. "Kami lihat peluang dari peminat film Bollywood besar. Kehadiran tayangan ini membuat kami menjadi pelopor tayangan khusus Bollywood di televisi berbayar," ucapnya.

Secara garis besar, konsep konten dari Aora Tv adalah menghadirkan tayangan khusus Asia. Setelah tayangan Bollywood, juga ada genre film Indonesia dari Rumah Film Asia, serta dari Star Chinese Movies (SCM) untuk film Mandarin.

Guntur menilai konten ini dianggap menarik bagi segmen pasar yang dituju dan bisa mendongkrak jumlah pelanggannya tumbuh dua kali lipat hingga akhir tahun ini. "Saat ini, pelanggan kami berjumlah 100.000 lebih. Nah, harapannya bisa naik signifikan," timpalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan