Telkom Raup Laba Bersih Rp17,8 Triliun Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom Indonesia membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan EBITDA mencapai Rp72,2 triliun dan margin EBITDA 49,2%.

Direktur Utama Dian Siswarini mengatakan, capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30 yang mulai dijalankan sejak 2025. Menurut dia, transformasi dilakukan untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus mempercepat langkah Telkom menjadi penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Sepanjang 2025, Telkom mencatat total shareholder return (TSR) sebesar 35,7% yang berasal dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%. Perseroan juga melanjutkan program pembelian kembali saham atau share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun hingga Mei 2026.


Dalam strategi TLKM 30, Telkom menjalankan empat pilar transformasi utama yakni operational and service excellence, streamlining bisnis, unlock value, serta perubahan model operasi menuju strategic holding. Salah satu langkah yang dilakukan ialah penataan portofolio bisnis non-inti, termasuk proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada semester I-2026.

Selain itu, Telkom juga memperkuat bisnis infrastruktur digital melalui pengembangan konektivitas fiber dan data center. Perseroan telah menandatangani Conditional Spin-off Agreement (CSA) untuk pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia sebagai bagian dari optimalisasi aset dan peningkatan nilai perusahaan.

Di segmen bisnis konsumer, Telkomsel sebagai operating company (OpCo) B2C mencatat pendapatan Rp109,2 triliun. Kenaikan kebutuhan layanan digital turut mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 15% secara tahunan, sementara Average Revenue Per User (ARPU) mulai menunjukkan pemulihan sejak paruh kedua 2025.

Pada segmen B2B Infrastructure, Telkom membukukan pendapatan Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2% secara tahunan yang ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber. Melalui anak usahanya, TelkomGroup kini mengoperasikan fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura serta 28 edge data center NeuCentrIX di berbagai wilayah.

Sementara itu, bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan kepemilikan lebih dari 40.000 menara telekomunikasi. Di sisi internasional, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional untuk memperkuat konektivitas global.

Telkom juga tetap melanjutkan investasi infrastruktur digital dengan realisasi belanja modal sebesar Rp27,5 triliun atau sekitar 18,8% dari total pendapatan sepanjang 2025. Mayoritas belanja modal dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan bisnis internasional.

Sebagai tindak lanjut agenda governance reset ioleh Danantara Indonesia, Telkom telah menyelaraskan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan. Dian memastikan, Telkom mengedepankan prinsip dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. Berdasarkan laporan Telkom, aksi ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi.

Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

“Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News