JAKARTA. Meskipun masyarakat lebih memilih menggunakan ponsel dan mulai meninggalkan penggunaan telepon rumah, namun bisnis ini tetap menggiurkan. Buktinya, pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dari sambungan telepon kabel tidak bergerak atau Plain Ordinary Telephone Service (POTS) di tahun lalu masih cukup tinggi yakni mencapai Rp 7,8 triliun. Itu sebabnya, Telkom tetap membuka layanan pemasangan telepon kabel ini. “Kami tak pernah menolak atau meninggalkan pelanggan yang ingin berlangganan telepon rumah saja. Bisa dilihat laporan keuangan Telkom untuk 2015, pelanggan telepon rumah milik Telkom ada sebanyak 10,277 juta rumah tangga naik 6% dari 2014 yang 9,698 juta rumah tangga,” ujar VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo, Senin (14/3).
Telkom tetap buka pemasangan telepon rumah
JAKARTA. Meskipun masyarakat lebih memilih menggunakan ponsel dan mulai meninggalkan penggunaan telepon rumah, namun bisnis ini tetap menggiurkan. Buktinya, pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dari sambungan telepon kabel tidak bergerak atau Plain Ordinary Telephone Service (POTS) di tahun lalu masih cukup tinggi yakni mencapai Rp 7,8 triliun. Itu sebabnya, Telkom tetap membuka layanan pemasangan telepon kabel ini. “Kami tak pernah menolak atau meninggalkan pelanggan yang ingin berlangganan telepon rumah saja. Bisa dilihat laporan keuangan Telkom untuk 2015, pelanggan telepon rumah milik Telkom ada sebanyak 10,277 juta rumah tangga naik 6% dari 2014 yang 9,698 juta rumah tangga,” ujar VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo, Senin (14/3).