Telkom (TLKM) akan Gelar RUPS Selasa (30/5), Minta Persetujuan Integrasi Bisnis FMC



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menanti persetujuan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Rabu (30/5) untuk pelaksanaan Fix Mobile Convergence (FMC).

Integrasi bisnis fixed mobile convergence (FMC) ini telah berjalan sejak 2022 dengan tujuan menggabungkan layanan fixed broadband dan mobile broadband di bawah naungan Telkomsel. 

Setelah melakukan penandatanganan term sheet pada Desember 2022, aksi korporasi ini telah mendapat deal structure pada 28 Februari 2023. Selanjutnya, BUMN serta direksi memberikan persetujuan pada 5 April 2023.


Baca Juga: Telkom Dorong Digitalisasi di Sektor Perdagangan Demi Akselerasi Ekonomi Digital

Kini, jelang RUPS Selasa (30/5), TLKM meminta persetujuan 48% pemegang saham untuk implementasi FMC yang dirasa sudah sangat penting dan layak untuk diimplementasikan oleh Telkom. 

VP Investor Relations Telkom Edwin Sebayang menyebut pelaksanaan FMC ini akan berujung pada efisiensi capex dan opex.

Edwin memprediksi dalam 5 tahun ke depan capex Telkom dapat turun sebesar 10%. Alhasil capex perseroan dapat turun mencapai 22% dari total revenue.

Sementara opex perseroan diharapkan berkisar Rp 1,6 triliun- Rp 1,9 triliun. Lebih lanjut, Edwin menilai efisiensi tersebut akan berdampak pada kenaikan ebitda perusahaan.

“Harapan kami adalah kenaikan Ebitda ataupun revenue setiap tahunnya,” ujarnya dalam acara media gathering di Jakarta Kamis (25/5).

Selain meminta persetujuan para pemegang saham untuk pelaksanaan FMC, pada RUPS Selasa (30/5) TLKM juga akan mengusulkan pembagian dividen.

“Kami mengusulkan Dividend Payout Ratio itu antara 70%-80% dari reported net income,” ujar Edwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi