KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (
TLKM) resmi mengambil alih saham PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve) dan efektif menjadikannya anak perusahaan langsung Telkom mulai 1 November 2026. Setelah pengambilalihan tersebut, Digiserve menggunakan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia dan difokuskan untuk memperkuat layanan solusi teknologi informasi dan komunikasi bagi pelanggan korporasi. Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat kapabilitas dan daya saing bisnis enterprise.
Baca Juga: Volume Penjualan Semen Indocement Tunggal (INTP) Naik 9% per Kuartal III 2026 “Ini menjadi bagian dari upaya Telkom untuk memperkuat fondasi bisnis enterprise sekaligus membuka lebih banyak peluang inovasi dan kolaborasi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026). Nanang menambahkan, transformasi tersebut diharapkan menciptakan nilai berkelanjutan bagi Telkom, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan fondasi dan pengembangan bisnis enterprise Telkom. Dari sisi pengelolaan portofolio, pengambilalihan Digiserve menjadi momentum untuk memperkuat keselarasan strategi, tata kelola, serta optimalisasi sinergi bisnis dalam ekosistem TelkomGroup. Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menambahkan integrasi tersebut akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi sesuai kebutuhan pelanggan korporasi. “Inisiatif ini akan memperkuat kemampuan Telkom dalam menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis melalui integrasi kapabilitas B2B ICT terintegrasi yang dimiliki oleh TelkomGroup,” katanya.
Melalui struktur baru tersebut, manajemen Telkom berharap pengambilan keputusan bisnis menjadi lebih terarah dan pelaksanaan strategi pengembangan layanan enterprise dapat berjalan lebih optimal ke depan. Telkom memastikan seluruh layanan pelanggan, kontrak, dan perjanjian dengan mitra maupun vendor tetap berjalan normal selama proses transformasi dan penataan portofolio perusahaan berlangsung. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News