Telkom (TLKM) Targetkan Penggabungan Telkomsel dan IndiHome Rampung Juli 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) untuk menggabungkan IndiHome dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) masih terus bergulir. Aksi korporasi ini diharapkan bisa selesai pada Juli 2023. 

VP Corporate Communication Telkom Indonesia Andri Herawan Sasoko berharap pada 1 Juli 2023 secara legal penggabungan Telkomsel dan IndiHome sudah bisa selesai. 

"Diharapkan nanti RUPS Telkom disetujui, sehingga 1 Juli semuanya sudah sepakat. Kira-kira commercial day akan dilakukan pada Agustus 2023," jelas Andri saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id belum lama ini. 


Dia menjelaskan terkait produk dan inovasi akan dilakukan secara bertahap tidak secara langsung akan dirilis pada Juli mendatang. Namun Andri memasingkan dari penggabungan ini akan ada produk baru. 

Baca Juga: Eksplor Potensi Startup Global, Anak Usaha Telkom (TLKM) Gandeng Antler Germany

Sejatinya, proses Fix Mobile Convergence (FMC) Telkom ini telah bergulir sejak 2022. Adapun pada Desember 2022, TLKM telah melakukan penandatanganan term sheet. 

Kemudian pada 28 Februari 2023 deal structure telah disetujui. Berikutnya, pada 5 April 2023 aksi korporasi ini mendapatkan persetujuan dari BUMN dan direksi. 

Pada 6 April 2023, TLKM dan Telkomsel telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel. 

TLKM akan meminta restu dari pada menggenggam saham dalam Rapat Pemegang Saham Saham (RUPS) Independen pada 30 Mei 2023. Setelah mendapatkan restu penuh akan ada penandatanganan Spin-off Agreement.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah menerangkan dengan Fixed Mobile Convergence (FMC) ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendorong EBITDA. 

Baca Juga: Kinerja Emiten Pelat Merah Belum Cerah, Cermati Rekomendasi Analis

"FMC ini dapat meningkatkan EBITDA sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun setiap tahun mulai dari 2027," ucap Ririek awal pekan ini. 

Sinergi FMC ini diproyeksikan meningkatkan efisiensi biaya operasional (opex) sekitar Rp 1,6 triliun-Rp 1,9 triliun. Biaya belanja modal atau capital expenditure (capex) bisa hemat Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi