Telkomsat Gandeng UNIVITY Kembangkan Satelit VLEO untuk Perkuat Koneksi RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menggandeng perusahaan infrastruktur antariksa asal Prancis, UNIVITY, untuk mengembangkan teknologi satelit Very Low Earth Orbit (VLEO) di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman.

Kerja sama tersebut mencakup kajian pengembangan teknologi satelit VLEO dan layanan Direct-to-Device. Kedua teknologi itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.

Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro K. Widiawan mengatakan teknologi satelit tetap memegang peran penting dalam memperluas akses telekomunikasi, terutama di wilayah terpencil dan memiliki tantangan geografis.


Baca Juga: Takeda Bangun Bank Plasma di Indonesia Rp 539 Miliar, Bakal Ada Transfer Teknologi

"Konektivitas satelit terus memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tersebar secara geografis," ujar Anggoro dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).

Anggoro bilang kerja sama tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengkaji pemanfaatan arsitektur satelit generasi baru. Kajian tersebut mencakup pengembangan jaringan nonterestrial bagi kebutuhan konektivitas nasional.

"Melalui MoU bersama UNIVITY ini, kami berharap dapat mengeksplorasi bagaimana arsitektur satelit yang berkembang dan kapabilitas jaringan nonterestrial dapat menjawab kebutuhan konektivitas Indonesia," katanya.

Selain itu, Telkomsat dan UNIVITY akan mengevaluasi pengembangan arsitektur hybrid multi-orbit. Sistem tersebut menggabungkan satelit geostasioner milik Telkomsat dengan konstelasi satelit VLEO yang dikembangkan UNIVITY.

Anggoro berharap pengembangan konektivitas hybrid multi-orbit dapat memperkuat transformasi digital nasional. Selain itu, teknologi satelit generasi baru diharapkan mendukung kedaulatan konektivitas Indonesia.

Kedua perusahaan juga mengkaji pemanfaatan infrastruktur stasiun bumi di Indonesia. Infrastruktur tersebut akan diintegrasikan dengan konstelasi VLEO untuk mendukung pengembangan layanan satelit pada masa mendatang.

Founder sekaligus Chief Executive Officer UNIVITY Charles Delfieux menilai Indonesia memiliki prospek besar bagi pengembangan konektivitas satelit. Hal itu didorong meningkatnya kebutuhan integrasi jaringan terestrial dan jaringan antariksa.

Baca Juga: Hartadinata (HRTA) Optimistis Pendapatan Capai Rp 70 Triliun hingga Akhir 2026

"Indonesia merupakan salah satu pasar konektivitas paling dinamis di dunia, dengan peluang bagi konvergensi jaringan terestrial dan jaringan berbasis antariksa," ucap Charles.

Saat ini, UNIVITY mengembangkan konstelasi satelit VLEO yang memanfaatkan spektrum 5G milik operator telekomunikasi. Teknologi tersebut dirancang melengkapi jaringan terestrial melalui layanan berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News