Telkomsel masih jadi jawara seluler



JAKARTA. Meski bisnis telekomunikasi sudah memasuki masa jenuh (saturated), namun kenyataannya selama kuartal satu tahun ini, para operator seluler masih alami pertumbuhan pelanggan. Tengok saja data pertumbuhan pelanggan operator tiga besar, Telkomsel, XL Axiata serta Indosat.

Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatatkan jumlah pelanggan sebesar 132,65 juta nomor pelanggan. Angka ini tumbuh tipis dari raihan pelanggan pada akhir 2013 yang mencapai 131,5 juta pelanggan.

Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga berucap bahwa bertumbuhnya jumlah pelanggan tersebut semakin mengokohkan posisi Telkomsel sebagai penguasa pasar telekomunikasi di Indonesia. "Pelanggan masih tumbuh, tapi pertumbuhannya sudah tidak sekencang di tahun-tahun sebelumnya," kata Alex kepada KONTAN baru-baru ini.


Perseroan ini pun berkomitmen untuk membangun 12.000 stasiun pemancar atau base transciever station (BTS) pada tahun ini. Belanja modal yang disiapkan sekitar Rp 10 triliun. Rencananya, perusahaan ini akan menggeber pembangunan BTS pada semester pertama tahun ini.

Malkum, pendapatan Telkomsel pada kuartal I-2014 naik sekitar 9,8% menjadi sebesar Rp 15,29 triliun dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp 13,93 triliun. Adapun laba bersih mencapai Rp 4,39 triliun atau naik tipis 2,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 4,29 triliun.

Menurutnya, saat ini hal yang terpenting dalam bisnis telekomunikasi adalah memanfaatkan jumlah pelanggan yang banyak sebagai basis untuk mendongkrak pendapatan. Misalnya dengan monotisasi layanan data serta uang digital (e-money).

Eranya bisnis data

Tak hanya Telkomsel yang mulai mengarahkan bisnis pada peningkatan layanan data, XL pun turut serta. PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 68,5 juta pelanggan pada kuartal I tahun ini. Dari jumlah ini, sebanyak 55% atau 37,5 juta adalah pelanggan data. "Saat ini saya percaya bahwa sekarang adalah eranya data, eranya 3G. Saya sudah melihatnya dari lima tahun lalu. Maka itu, kami terus berkomitmen memperbanyak pembangunan BTS 3G," ucap Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada KONTAN, kemarin (15/5).

Menurutnya, pertumbuhan jumlah pelanggan saat ini bukanlah menjadi ukuran dalam bisnis ini. Pertumbuhan yang dilihat adalah pertumbuhan layanan data dan kontribusi bagi perseroan.

Kenaikan jumlah pelanggan XL sebesar 8 juta pelanggan pada kuartal satu tahun ini sejatinya berkat akuisisi PT Axis Telecom. Akuisisi ini membuat pelanggan Axis kini menjadi pelanggan XL. Tahun lalu, jumlah pelanggan XL 60,5 juta pelanggan.

Sedangkan, operator selular PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil mencatatkan jumlah pelanggan sebesar 59,7 juta pelanggan atau tumbuh 6,8% dari raihan sampai tutup tahun 2013 yang mencapai 55,9 juta pelanggan.

Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat menyatakan kepada KONTAN, industri telekomunikasi sudah jenuh. Sehingga, bagi industri telekomunikasi kini tantangannya adalah mempertahankan jumlah pelanggan yang ada untuk terus menerus bisa aktif menggunakan layanan operator. "Salah satu caranya untuk mempertahankan sekaligus menekan churn rate adalah dengan layanan value added services (VAS), juga peningkatan e-money seperti Dompetku," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon